Suara.com - Tanggal 14 September setiap tahunnya selalu diperingati sebagai Hari Eksim Atopik Sedunia atau World Atopic Eczema Day.
Hari tersebut ditujukan agar semua orang bersatu melakukan perawatan dan kesadaran tentang penyakit eksim atopik.
Eksim sendiri merupakan sederet kondisi yang menyebabkan kulit meradang, iritasi dan gatal. Sayangnya, kebanyakan masyarakat Indonesia mengenal eksim sebagai dermatitis atopik (DA).
Namun menurut Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Arini Astasari Widodo, mengatakan bahwa eksim dan DA adalah dua hal berbeda.
Jika eksim adalah sekelompok kondisi yang menyebabkan kulit inflamasi, maka DA adalah salah satu jenis eksim yang paling umum atau paling banyak ditemui.
"Meskipun DA hanya satu jenis eczema, tapi DA dapat berkembang pada kulit dalam berbagai bentuk," ujar dr. Arini dalam diskusi bersama awak media, Senin (13/9/2021).
Beberapa macam eksim yang pernah ditemui di antaranya dermatitis atopik, dermatitis kontak, eczema dishidrotik, eczema tangan, neurodermatitis, eczema nummular, dan dermatitis statis.
DA biasanya dikaitkan dengan penyakit inflamasi atau peradangan di kulit yang kronik, khususnya muncul pada anak-anak dengan riwayat yang bervariasi, atau berbeda-beda pada setiap anak.
Jenis eksim ini biasanya ditandai dengan gejala gatal teramat sangat, dan menurut pakar Wise and Sulzberger, DA yang berulang biasanya memiliki riwayat dari keturunan atau keluarga.
Baca Juga: Mengenal Dermatitis Atopik dan Kasus yang Pernah Terjadi pada Bayi
"Berdasarkan epidemiologinya eksim umumnya 25 persen dialami anak-anak. Namun pada orang dewasa eksim hanya dialami 2 hingga 3 persen saja," tutur dr. Arini.
Sedangkan untuk DA, kejadian di Asia Tenggara, khususnya di Indonesia 1,1 persen dialami usia 13 hingga 14 tahun. Sedangkan di Singapura, 17,9 persen dialami alami anak berusia 12 tahun.
Adapun fase terjadinya DA berdasarkan kelompok usia, sebagai berikut:
- Bayi, biasanya dialami usia 0 hingga 2 bulan, dengan bercak merah di sekitar pipi, kulit kepala, leher, batang tubuh dan area pemakaian pokok.
- Anak-anak, lebih dari 2 bulan kerap dialami di bagian wajah, sepertu leher, pergelangan tangandan kaki.
- Usia dewasa, lebih dari 18 tahun, DA kerap terjadi di bagian atas tubuh, seperti wajah, leher, dada dan punggung.
Berita Terkait
Terpopuler
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- 5 Motor Listrik Terbaik Buat Ojol: Jarak Tempuh Jauh, Harga Terjangkau, Mesin Bandel
- 6 Bedak Padat untuk Makeup Natural dan Anti Kusam, Harga Terjangkau
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
- 5 Motor Listrik Fast Charging, Bebas Risau dari Kehabisan Baterai di Jalan
Pilihan
-
Tragedi Gas Maut di TB Simatupang: 4 Nyawa Melayang dalam Toren, Proyek 8 Lantai Kini Senyap
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
Terkini
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak