Suara.com - Beberapa faktor mempengaruhi tinggi badan anak Anda, seperti lingkungan, pola makan, dan olahraga. Dari semua kontributor utama, gen Anda dan pasangan menyumbang 60 hingga 80 persen tinggi akhir anak Anda.
Meskipun gen mungkin tak bisa direkayasa, namun memberikan nutrisi dan pola makan yang tepat sejak usia dini masih dapat membantu meningkatkan tinggi badan anak Anda beberapa inci. Melansir dari Times of India, berikut 5 kebiasaan yang dapat meningkatkan tinggi badan anak, antara lain:
1. Pola Makan Bergizi
Baik itu orang dewasa atau anak-anak, pola makan yang seimbang dan bergizi adalah kebutuhan dasar bagi semua orang. Setidaknya 3 kali makan dalam sehari dan 2 kali camilan sehari yang sarat dengan semua nutrisi membantu perkembangan otak dan tubuh anak.
Tambahkan lebih banyak buah segar, biji-bijian, susu, dan sumber protein ke dalam makanan mereka. Hindari gula dan makanan olahan.
2. Hindari Suplemen
Untuk memastikan bahwa anak-anak mendapatkan jumlah nutrisi yang cukup, beberapa orang tua sering kali memberi anak mereka suplemen yang sebenarnya tidak diperlukan. Suplemen hanya boleh diberikan kepada anak-anak ketika mereka kekurangan beberapa nutrisi atau menderita masalah yang berhubungan dengan pertumbuhan.
Asupan suplemen juga seharusnya baru diberikan setelah berkonsultasi dengan dokter.
3. Berolahraga
Baca Juga: Jangan Sembarangan! Ini 2 Tips Bersihkan Lego yang Tepat
Mengajari anak-anak Anda untuk berolahraga setiap hari sejak usia dini adalah salah satu hal terbaik yang dapat Anda lakukan. Tetap aktif secara fisik memiliki banyak manfaat kesehatan, termasuk meningkatkan tinggi badan Anda.
4. Bergelantungan
Menggantung selalu dianggap sebagai cara terbaik untuk menambah tinggi badan anak-anak. Menggantung dari palang memanjang tulang belakang yang menambah tinggi badan mereka.
Menggantung secara konsisten dapat meningkatkan ketinggian dari waktu ke waktu. Selain itu, juga dapat membantu memperkuat otot.
5. Tidur Cukup
Tidur selama 7 hingga 8 jam sangat penting untuk semua orang. Anak-anak membutuhkan lebih banyak tidur daripada orang dewasa karena mereka lebih aktif.
Pastikan anak Anda tidur tepat waktu dan tidur nyenyak sepanjang malam. Jika dia mengalami masalah tidur, konsultasikan dengan dokter Anda.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
Pilihan
-
Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Mozambik di FIFA Matchday Malam Ini
-
Menkes Budi Gunadi Sadikin Susul Chatib Basri dan Luhut ke Istana
-
Bupati Muara Enim Resmi Pakai Rompi Oranye KPK
-
Luhut Bawa Chatib Basri ke Istana, Ini Tujuannya
-
Di Mana Menkeu Purbaya saat Chatib Basri Dipanggil Prabowo ke Istana
Terkini
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?
-
Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai
-
Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional
-
Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus
-
Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?
-
Memilih Susu Anak Tak Cukup Lihat Kandungan DHA, Orang Tua Perlu Cermati Komposisi Utamanya
-
Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak
-
Stop Anggap Lemak Itu Jahat! Ini Alasan Mengapa Anak Justru Wajib Mengonsumsinya
-
Etawanesia dan Etawalin: Rekomendasi Susu Kambing Etawa Unggulan, Paling Diminati 2 Tahun Terakhir