Suara.com - Indonesia melaporkan penurunan kasus Covid-19 dalam beberapa pekan terakhir. Meski patut disyukuri, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 meminta masyarakat untuk waspada adanya gelombang ketiga virus Corona.
Juru bicara Satgas Covid-19 prof. Wiku Adisasmito mengingatkan bahwa saat ini, gelombang ketiga kasus virus Corona tengah terjadi secara global. Namun, kondisi Indonesia saat ini justru tengah dalam penurunan kasus terendah selama pandemi.
Kondisi tersebut mirip dengan saat terjadi gelombang kedua di dunia yang terjadi pada April lalu. Sedangkan Indonesia baru mengalaminya pada bulan Juli.
"Saat dunia sedang mengalami second wave, Indonesia justru sedang mengalami titik terendah kasus mingguan. Pada saat Indonesia sudah meningkat, justru dunia sedang mengalami penurunan kasus sebelum akhirnya kembali meningkat dan mencapai thrid wave," kata Wiku dalam konferensi pers virtual, Selasa (21/9/2021).
Dari pola lonjakan kasus tersebut, menurut Wiku menunjukkan bahwa gelombang kedua yang terjadi di Indonesia Juli lalu tidak berkontribusi signifikan pada kasus dunia. Selain itu, juga bukan disebabkan karena kasus impor dari luar negeri.
"Hal ini dapat terjadi karena upaya pencegahan batas negara yang ketat. Sehingga importir kasus yang sedang mengalami lonjakan kasus dapat ditekan seminimal mungkin," katanya.
Lonjakan kasus saat itu terjadi lebih karena beberapa faktor internal yakni meningkatnya mobilitas dan aktivitas sosial di masyarakat yang terjadi secara bersamaan dengan periode mudik Idulfitri beserta sikap abai terhadap protokol kesehatan, lanjut Wiku.
Melihat pola kenaikan positif antara Indonesia dan dunia itu, Wiku meminta masyarakat waspada dengan gelombang ketiga pandemi yang tengah terjadi secara global saat ini.
"Kondisi dunia saat ini tengah mengalami thrid wave. Perlu kita antisipasi selama 3 bulan ke depan kita akan mengalami periode libur Natal dan tahun baru 2022 yang artinya potensi kenaikan kasus semakin meningkat," ucapnya.
Baca Juga: Hari Ini Tambah 106 Kasus, Pasien Covid-19 di Jakarta Kini Capai 856.358 Orang
Apa pun jenis varian virus Corona yang tengah tersebar di masyarakat, Wiku menekankan bahwa lonjakan kasus tetap bisa terjadi jika protokol kesehatan tidak disiplin dilakukan.
Berita Terkait
-
Mengenal COVID-19 'Stratus' (XFG) yang Sudah Masuk Indonesia: Gejala dan Penularan
-
Kenali Virus Corona Varian Nimbus: Penularan, Gejala, hingga Pengobatan Covid-19 Terbaru
-
Mengenal Virus Corona Varian Nimbus, Penularan Kasus Melonjak di 13 Negara
-
Kasus Kembali Meledak di Jakarta, Pramono Anung: COVID-19 Urusan Menkes!
-
Waspada Covid-19, Pakar Paru Sarankan Pemerintah Kembali Beri Vaksin Untuk Kelompok Rentan
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
Terkini
-
Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup
-
Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian