Suara.com - Kebiasaan makan membentuk bagian penting dari gaya hidup seseorang. Oleh karena itu, para ahli menyarankan Anda untuk menambahkan makanan bergizi ke piring Anda untuk menangkal penyakit.
Melansir dari India Express, Akshay Modi, Direktur Pelaksana Bersama, Modi Naturals, mengatakan bahwa meskipun sangat penting untuk menyadari makanan yang Anda konsumsi dan masak. Dalam hal ini, yang terpenting adalah memilih minyak yang tepat.
“Baik itu menumis, menggoreng, menggoreng cepat atau memanggang, minyak adalah salah satu bahan paling umum dan penting yang digunakan dalam memasak,” kata Modi.
Menurut Modi, minyak nabati adalah sumber lemak, tetapi terlalu banyak jenis yang dapat menyebabkan risiko penyakit jantung.
Ada berbagai macam minyak yang tersedia di pasaran, tetapi tidak semuanya diketahui dapat meningkatkan kesehatan jantung.
Dalam hal ini, ia merekomendasikan minyak zaitun dan dedak padi.
"Minyak zaitun, diekstrak dari buah zaitun dan kaya akan lemak tak jenuh tunggal yang sehat. Ini mengandung sejumlah besar antioksidan, yang mengurangi risiko banyak penyakit. Minyak zaitun memiliki sifat anti-inflamasi yang kuat, menurunkan tekanan darah, melindungi partikel kolesterol LDL jahat dari oksidasi, dan meningkatkan fungsi pembuluh darah," tambahnya.
Sementara minyak dedak padi diekstraksi dari dedak luar atau sekam butir beras. Ini memiliki titik asap yang tinggi dan berguna untuk memasak dengan panas tinggi.
Minyak ini merupakan sumber vitamin E, K, dan lemak baik seperti lemak tak jenuh ganda dan tak jenuh tunggal.
Baca Juga: Nakedpress Rilis Paket Detoks Original, Cara Mudah Konsumsi 30 Tanaman Per Minggu
Mengkonsumsi lemak tak jenuh ini dapat meningkatkan kadar kolesterol darah, yang dapat menurunkan risiko penyakit jantung.
“Karena berbagai manfaat, campuran minyak zaitun dan minyak dedak padi sangat cocok untuk masakan sehari-hari bagi orang-orang yang peduli dengan kesehatan jantungnya,” tambah Modi.
“Menurut ahli gizi dan ahli memasak, minyak goreng multisumber yang sehat memberikan nutrisi gabungan dan meningkatkan kekebalan yang membuat Anda tetap aktif sepanjang hari,” tutupnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Israel Bombardir Kantornya di Teheran, Keberadaan Imam Ali Khamenei Masih Misterius
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
Terkini
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia