Suara.com - Terburu-buru menyantap makanan atau minuman panas bisa membuat lidah terbakar. Lidah terbakar alias burnt tongue bisa menyebabkan rasa perih dan nyeri sehingga makan menjadi tidak nikmat.
Jika ini terjadi pada Anda, tidak perlu panik. Melansir laman Hello Sehat, ada sejumlah pertolongan pertama yang bisa dilakukan untuk mengatasi lidah terbakar. Bagaimana caranya?
Ada lima pertolongan pertama lidah terbakar yang bisa Anda lakukan dengan bahan-bahan di rumah. Apa saja?
1. Es Batu
Menurut Hadie Rifai, DDS, dokter gigi di Klinik Cleveland seperti dikutip Everyday Health, sepotong es batu mampu mengurangi efek sensasi terbakar yang Anda rasakan pada bagian lidah. Selain es batu, Anda juga bisa makan makanan dingin lainnya.
Pilihlah jenis makanan yang mudah untuk Anda telan, seperti es krim atau frozen yogurt yang mudah ditemukan. Anda bisa mendiamkan makanan dingin tersebut beberapa menit dalam mulut, untuk mencegah pembengkakan dan memberikan waktu bagi lidah memulihkan kondisinya.
2. Air Putih
Sebagai pertolongan pertama, minum air putih dingin bisa membantu Anda menetralkan rasa panas akibat kondisi lidah terbakar. Luka akibat lidah terbakar bisa membuat lidah kering akibat kehilangan kelembapannya. Maka tak jarang, rasa sakit pada lidah bisa bertahan dan menimbulkan sariawan jika Anda mengalami derajat keparahan kedua.
Untuk mengatasinya, Anda harus menyediakan air putih untuk selalu menjaga kelembapan mulut. Saat mulut terasa kering dan perih, segera minum air putih. Makanan atau minuman panas mungkin juga memengaruhi kondisi tenggorokan. Rutin minum air putih juga bisa mengurangi rasa sakit tenggorokan Anda.
Baca Juga: Jangan Lupa Bersihkan Lidah saat Sikat Gigi, Ini 6 Manfaatnya!
3. Air Garam
Larutan air garam bisa Anda gunakan untuk berkumur demi membantu meredakan luka di mulut akibat lidah terbakar. Air garam tidak akan mengiritasi membran mukosa, yakni membran yang melapisi beberapa organ tubuh, termasuk mulut.
Dikutip dari Mayo Clinic, Anda bisa membuat larutan air garam dengan mudah. Cukup siapkan segelas air dingin dan tambahkan dengan satu sendok teh garam, kemudian aduk rata. Berkumurlah kira-kira selama 30 detik dan biarkan butiran garam melapisi lidah Anda.
4. Lidah Buaya
Lidah buaya atau aloe vera merupakan tanaman serbaguna yang memiliki beragam khasiat bagi pengobatan. Gel lidah buaya terkenal akan manfaatnya untuk mengobati masalah kulit, terutama luka bakar untuk mengurangi sakit dan mempercepat proses penyembuhannya.
Sebuah studi dalam Journal of Oral Pathology & Medicine menunjukkan manfaat lidah buaya dalam memberikan efek perlindungan pada penderita burning mouth syndrome. Hal yang sama bisa Anda lakukan untuk mengatasi lidah terbakar. Caranya, Anda cukup mengoleskan gel lidah buaya pada permukaan lidah yang terbakar dengan cotton bud.
Berita Terkait
-
6 Tanaman Hias yang Bisa Menyerap Kelembapan, Ruangan Jadi Lebih Nyaman
-
4 Langkah Pertolongan Pertama Jika Kena Air Keras, Antisipasi dari Kasus Andrie Yunus
-
10 Panduan Pertolongan Pertama dari Serangan Nuklir untuk Kamu Pahami
-
7 Rekomendasi Skincare Lidah Buaya Untuk Hilangkan Flek Hitam Usia 50 Tahun
-
Pertolongan Pertama saat GERD Kambuh, Ini 5 Langkah yang Bisa Dilakukan
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh
-
Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya