Suara.com - Kehilangan indra penciuman dan perasa merupakan gejala paling umum virus corona Covid-19. Meskipun gejala virus corona Covid-19 itu tidak langsung menyebabkan kematian, tapi cukup mengubah hidup kita dalam banyak hal.
Banyak penelitian telah menemukan kehilangan indra penciuman dan perasa sebagai gejala jangka panjang dari virus corona Covid-19.
Hal ini membuktikan bahwa virus corona Covid-19 bisa mempengaruhi reseptor indra penciuman kita dan membawa perubahan pada organ indra kita.
Meskipun mekanismenya belum dipahami sepenuhnya, tapi virus corona Covid-19 diyakini mampu menginfeksi sel-sel yang mendukung neuron di hidung sehingga menyebabkan hilangnya indra penciuman.
Pada kebanyakan orang dilansir dari Times of India, indra penciuman mereka akan kembali setelah 1 hingga 2 minggu pulih dari virus corona Covid-19. Tapi, penelitian terus melaporkan implikasi yang lebih parah dari hal serupa.
Menurut para ahli, sekitar 10 persen orang yang kehilangan indra penciumannya terus menghadapi masalah kesehatan fisik, bahkan setelah 6 bulan berlalu. Sementara itu, indra penciuman akan kembali secara bertahap meskipun bisa memakan waktu.
Tapi, tak banyak yang tahu bahwa kehilangan indra penciuman adalah anosmia yang bisa mempengaruhi gaya hidup Anda sehari-hari. Sebab, Anda mungkin akan kesulitan mencium aroma makanan, tidak bisa menikmati makanan dan makanan akan terasa hambar.
Semua efek itu bisa menurunkan nafsu makan, yang akhirnya mengakibatkan penurunan berat badan. Dalam survei yang dilakukan oleh Virginia Commonwealth University Medical Center terhadap 322 responden, ditemukan bahwa hilangnya penciuman akibat virus corona Covid-19 bisa mengganggu kebiasaan makan dan menyebabkan penurunan berat badan.
Sebanyak 55 persen responden mengaku kehilangan nafsu makan dan 37 persen menunjukkan gejala penurunan berat badan. Para ahli pun mengindikasikan hal itu sebagai kekurangan gizi.
Baca Juga: Ahli Tegaskan Merokok Tingkatkan Risiko Rawat Inap akibat Virus Corona Covid-19
Selain itu, beberapa peneliti juga percaya bahwa kehilangan idnra penciuman bisa berdampak pada hubungan intim. Sebuah penelitian oleh beberapa peneliti bekerja sama dengan kelompok dukungan online untuk orang dengan masalah penciuman pasca-Covid yang disebut AbScent.
Para peserta pun mengungkapkan perasaan kesepian mereka, karena gangguan indra penciuman akibat virus corona. Kondisi ini membuat mereka tidak bisa mencium pasangan dan anak-anak. Situasi ini justru menimbulkan rasa keterpisahan dan mempengaruhi hubungan intim mereka.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
Terkini
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?