Suara.com - Di tengah situasi pandemi Covid-19 yang belum benar-benar reda, ada kekhawatiran tertular penyakit lain seperti flu yang juga mengintai. Terlebih dengan rencana pelonggaran pembatasan, situasi itu akan membuat penyebaran lebih mungkin terjadi.
Untungnya, ada berbagai pilihan vaksinasi flu yang tersedia untuk hampir semua orang, menurut seorang ahli di Baylor College of Medicine.
“Di Amerika Serikat, direkomendasikan agar setiap orang yang berusia di atas 6 bulan perlu divaksinasi flu, dan ada banyak vaksin yang tersedia sesuai kebutuhan Anda berdasarkan usia dan faktor risiko lainnya,” ungkap Profesor Virologi Molekuler dr. Pedro Piedra, mengutip Medical Express.
Tahun lalu, penularan flu, terutama di Amerika Relatif ringan. Ini berkat adanya langkah protokol kesehatan dari kebijakan Kesehatan Masyarakat, seperti memakai masker dan menjaga jarak yang serupa dilakukan selama pandemi Covid-19.
Tetapi di banyak tempat, pedoman ini telah dicabut, sehingga musim flu terlihat sangat berbeda pada tahun 2021-2022.
Jika ingin vaksinasi influenza, ada beberapa hal penting dan diingat yang disampaikan oleh Piedra:
-Semua vaksin influenza yang tersedia di Amerika Serikat selama musim flu 2021-2022, tersedia empat kali lipat. Vaksin ini mengandung empat komponen yang dapat melindungi virus influenza musiman. Seperti influenza A (H1N1, pdm09, influenza A (H3N2), influenza B (garis keturunan Victoria), dan influenza B (garis keturunan Yamagata.
-Anak-anak di bawah usia 9 tahun yang belum menerima vaksin influenza, harus mendapatkan dua dosis vaksin dengan selang waktu empat minggu.
-Anak yang berusia di bawah Sembilan than yang sudah menerima satu dosis vaksin flu, harus kembali vaksinasi dosis kedua selang waktu empat minggu.
Baca Juga: Update Cakupan Vaksinasi Nasional: 90 Juta Dosis Pertama dan 50 Juta Dosis Lengkap
-Bayi yang di bawah usia 6 bulan tidak mendapatkan vaksinasi. Maka dari itu, orangtua direkomendasikan perlu vaksinasi demi melindungi anak di rumah.
Selain itu, wanita hamil juga direkomendasikan untuk mendapatkan vaksinasi flu, sebab ini akan melindungi tubuh serta perkembangan janin mereka. Lewat antibodi yang ditransfer melalui plasenta dari ibu yang divaksinasi, dikatakan dapat memberi perlindungan pada bayi selama enam bulan pertama pasca melahirkan.
Di samping itu, kelompok orang dewasa di atas usia 65 tahun juga perlu mendapatkan vaksin flu dosis tinggi, serta tambahan booster untuk meningkatkan perlindungan mereka.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
Pilihan
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
Terkini
-
Hati-hati saat Banjir! Jangan Biarkan 6 Penyakit Ini Menyerang Keluarga Anda
-
Pankreas, Organ yang Jarang Disapa Tapi Selalu Bekerja Diam-Diam
-
Perawatan Kulit Personal Berbasis Medis, Solusi Praktis di Tengah Rutinitas
-
Implan Gigi Jadi Solusi Modern Atasi Masalah Gigi Hilang, Ini Penjelasan Ahli
-
Apa Beda Super Flu dengan Flu Biasa? Penyakitnya Sudah Ada di Indonesia
-
5 Obat Sakit Lutut Terbaik untuk Usia di Atas 50 Tahun, Harga Mulai Rp 13 Ribu
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?