Suara.com - Kekahawatiran umum yang sering muncul di benak wanita setelah melahirkan adalah apakah berat badan mereka dapat kembali seperti sebelum hamil?
Para ahli mengatakan keberhasilan penurunan berat badan pascamelahirkan terjadi apabila sang wanita memahami dasar-dasarnya, seperti menetapkan tujuan, berkomitmen pada proses latihan, dan mempertahankan ketahanan mental.
Penyebab kenaikan badan selama kehamilan adalah tubuh perlu 'memberi makan' janin, seperti peningkatan suplai darah, pertumbuhan rahim, dan peningkatan jaringan payudara serta penyimpanan lemak.
Selama kehamilan, asupan kalori harian wanita akan meningkat untuk perkembangan sang bayi Hal ini tentu saja penyebab peningkatan berat badan.
Berapa kenaikan berat badan yang tepat?
Channel News Asia melaporkan bahwa kenaikan berat badan tergantung pada berbagai faktor, termasuk berat sebelum kehamilan dan apakah wanita tersebut hamil anak kembar atau tidak.
Kenaikan berat badan yang direkomendasikan untuk wanita hamil satu anak dengan indeks massa tubuh IMT) normal adalah 11 hingga 16 kilogram selama mengandung. Biasanya terjadi pada trimester kedua hingga ketiga.
"Jika Anda memiliki IMT yang lebih tinggi, Anda disarankan untuk mengurangi berat badan saat hamil," kata konsultan asosiasi Ho Xin Yi, di Rumah Sakit Wanita dan Anak KK (KKH).
Menurut Ho penting untuk seorang wanita untuk kembali ke berat badan sebelum hamil, kecuali jika kekurangan berat badan.
Baca Juga: Audi Marissa Sukses Turunkan Berat Badan Tanpa Diet: Badan Jauh Lebih Ringan
Fisioterapis utama senior di KKH Caroline Chua merekomendasikan target penurunan berat badan setelah melahirkan harus 1 hingga 2 kilogram per bulan.
“Banyak penelitian menunjukkan jika berat badan berlebih tidak hilang dalam enam hingga 12 bulan setelah melahirkan, kemungkinan berat badan tersebut akan menetap," jelas Chua.
Kemudian, berat badan akan bertambah yang dapat menyebabkan obesitas.
"Memasuki kehamilan berikutnya dengan berat badan berlebih kemungkinan membuat sang ibu dan bayi berisiko mengalami komplikasi seperti diabetes atau tekanan darah tinggi selama kehamilan," tandas Chua.
Berita Terkait
Terpopuler
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- Sabun Cuci Muka Apa yang Bagus untuk Atasi Kulit Kusam? Ini 5 Pilihan agar Wajah Cerah
- 5 HP Infinix Termurah dengan Fitur NFC yang Canggih, Mulai Rp1 Jutaan
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan
-
Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak
-
Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan
-
Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari
-
Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit
-
Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya
-
Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic
-
Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan