Suara.com - Stroke merupakan kondisi serius yang terjadi ketika suplai darah ke berbagai atau bagian otak terganggu. Akibat terhentinya atau tersumbatnya suplai darah, jaringan otak tidak menerima oksigen dan nutrisi, hingga menyebabkan stroke.
Ada banyak hal yang meningkatkan risiko stroke, salah satunya kebiasaan sehari-hari.
Berdasarkan News18, peneliti telah menganalisis beberapa kebiasaan yang meningkatkan risiko stroke, yakni:
1. Tidak melakukan aktivitas fisik
Tidak aktif bergerak hanya akan meningkatkan risiko obesitas hingga mengundang serangkaian penyakit. Kondisi ini membuat Anda rentan terhadap kondisi kronis dan meningkatkan risiko stroke.
Olahraga teratur dan mengonsumsi makanan sehat dapat melindungi Anda dari segala macam kondisi dan komplikasi yang mengancam jiwa, termasuk stroke.
2. Merokok
Selain membuat kesehatan jantung dan fungsi pernapasan memburuk, merokok membuat seseorang lebih rentan terhadap stroke. Para ahli di John Hopkins Medicine menyatakan bahwa merokok hampir dua kali lipat meningkatkan risiko stroke iskemik.
3. Pesta alkohol
Baca Juga: Cara Membuat Jantung Sehat, Lakukan 4 Kebiasaan Baik ini
Para ahli tidak menyarankan untuk mengonsumsi lebih dari dua minuman per hari karena dapat meningkatkan tekanan darah.
NHS (layanan kesehatan Britania Raya) mendefiniskan pesta minum minuman keras sebagai minum banyak alkohol dalam waktu singkat atau minum agar mabuk.
4. Kondisi media
Orang dengan kondisi medis seperti diabetes, kolesterol ringgi, hipertensi, Fibrilasi Atrium (AF) memiliki risiko lebih tinggi untuk menderita stroke.
Namun, ini semua adalah faktor risiko yang dapat dikontrol' Tetapi jika ada riwayat keluarga, usia, jenis kelamin adalah faktor risiko yang tidak dapat dikendalikan.
Seseorang harus segera bertindak jika mereka melihat seseorang menderita stroke.
Untuk mengobati stroke iskemik, dokter umumnya akan melakukan prosedur untuk mengembalikan aliran darah ke otak. Dalam kasus stroke hemoragik, pembedahan dapat terjadi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
Terkini
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Cuma Pakai Dua Jari, Dokter Ungkap Cara Deteksi Sakit Jantung dari Raba Nadi
-
Bukan Cuma Blokir, Ini Kunci Orang Tua Lindungi Anak di Ruang Digital
-
Sedih! Indonesia Krisis Perawat Onkologi, Cuma Ada Sekitar 60 Orang dari Ribuan Pasien Kanker
-
Lebih dari Sekadar Sembuh: Ini Rahasia Pemulihan Total Pasien Kanker Anak Setelah Terapi