Suara.com - Diabetes adalah salah satu penyakit kronik yang harus diwaspadai, termasuk diabetes pada ibu hamil.
Namun Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Endokrin, Metabolik, & Diabetes, Dr. dr. Wismandari, Sp.PD-KEMD mengatakan cukup sulit mendeteksi diabetes pada ibu hamil tanpa ditunjang pemeriksaan medis.
Diabetes adalah kondisi melonjaknya kadar gula dalam darah atau glukosa yang tidak bisa diserap tubuh, dan menimbulkan berbagai gangguan pada tubuh.
Menurut Dr. Wismandari ini terjadi karena gejala diabetes kerap dialami pada kondisi ibu hamil pada umumnya, khususnya jika usia kandungan sudah membesar memasuki trimester ketiga.
"Tanda orang diabetes dan hamil itu susah, karena orang diabetes juga mirip orang hamil. Waktu hamil sudah agak besar pasti ingin buang air kecil, jadi mirip dengan diabetes," ujar Dr. Wismandari dalam acara diskusi RSPI Group, Kamis (7/10/2021).
Dokter yang berpraktik di RSPI Pondok Indah itu juga mengungkap gejala lapar yang kerap dialami pasien diabetes juga kerap dialami ibu hamil.
"Jadi memang agak sulit, tapi satu yang bisa kira pantau adalah berat badannya, terutama si anak cepat sekali besar. Makanya, kita nggak nunggu ada gejala," imbuh Dr. Wismandari.
Dokter peraih gelar magister ilmu gizi dan spesialis gizi klinik dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) itu juga mengatakan bahwa gejala diabetes pada ibu hamil bukan lagi tolok ukur, melainkan mengutamakan skrining.
"Tapi kita semua orang hamil diskrining. Paling pas itu, minggu ke-20 sampai ke-24, di minggu itulah kita suruh perempuan hamil minum air gula, untuk diukur kadar diabetes toleransinya," imbuhnya.
Baca Juga: Hati-hati, Orang Dengan Diabetes Bisa Berisiko Parah Saat Kena Covid-19
Perlu diketahui ibu hamil bisa mengalami diabetes gestasional, bila gemar mengonsumsi makanan dan minuman manis. Penyakit ini tidak hanya membahayakan kesehatan ibu hamil saja, tapi juga kesehatan bayi selama di kandungan dan di kemudian hari.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Motor Gigi Tanpa Kopling: Praktis, Irit, dan Tetap Bertenaga
- 5 Rekomendasi HP Layar Lengkung Murah 2026 dengan Desain Premium
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 5 Sunscreen Jepang untuk Hempaskan Flek Hitam dan Garis Penuaan
Pilihan
-
Hasil Akhir ASEAN Para Games 2025: Raih 135 Emas, Indonesia Kunci Posisi Runner-up
-
5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
-
Promo Suuegeerr Alfamart Jelang Ramadan: Tebus Minuman Segar Cuma Rp2.500
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
Terkini
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Punya Layanan Bedah Robotik Bertaraf Internasional
-
Hari Gizi Nasional: Mengingat Kembali Fondasi Kecil untuk Masa Depan Anak
-
Cara Kerja Gas Tawa (Nitrous Oxide) yang Ada Pada Whip Pink
-
Ibu Tenang, ASI Lancar: Kunci Menyusui Nyaman Sejak Hari Pertama
-
Kisah Desa Cibatok 1 Turunkan Stunting hingga 2,46%, Ibu Kurang Energi Bisa Lahirkan Bayi Normal
-
Waspada Penurunan Kognitif! Kenali Neumentix, 'Nootropik Alami' yang Dukung Memori Anda
-
Lompatan Layanan Kanker, Radioterapi Presisi Terbaru Hadir di Asia Tenggara
-
Fokus Turunkan Stunting, PERSAGI Dorong Edukasi Anak Sekolah tentang Pola Makan Bergizi
-
Bukan Mistis, Ini Rahasia di Balik Kejang Epilepsi: Gangguan Listrik Otak yang Sering Terabaikan
-
Ramadan dan Tubuh yang Beradaptasi: Mengapa Keluhan Kesehatan Selalu Datang di Awal Puasa?