Suara.com - Protein susu sapi termasuk jenis makanan yang cukup sering membuat anak di bawah 2 tahun alami alergi. Jika alergi tidak diobati dengan baik dan terjadi dalam waktu lama bisa menghambat pertumbuhan anak hingga menyebabkan stunting.
Dokter spesialis anak konsultan gastro hepatologi dr. Frieda Handayani, Sp.A (K)., menjelaskan, alergi protein susu sapi bisa sampai menyebabkan stunting biasanya lebih dulu diikuti dengan gejala berat pada anak.
"Bila anak mengalami alergi susu sapi yang berat sampai menimbulkan anemia, BAB darah yang terus-menerus, signifikan. Kemudian juga ada kebocoran protein dari usus, tentu dapat membuat anak mengalami gangguan tumbuh kembang yang kronik dan jangka panjang hingga bisa menyebabkan stunting," jelas dokter Frieda saat webinar bersama Danone Indonesia, Rabu (13/10/2021).
Meski begitu, orangtua tak perlu khawatir. Menurut dokter Frieda, persentase anak yang alergi susu sapi dengan gejala berat sangat sedikit, sekitar 1 sampai 2 persen.
"Kebanyakan alergi susu sapi masuk ke dalam gejala ringan, sedang," imbuhnya.
Hal lain yang perlu diketahui orangtua, lanjut dokter Frieda, anak yang tidak bisa mendapatkan protein dari susu sapi bisa diberikan fermentasi kalsium, vitamin D3, juga fosfor dari makanan lain dengan diukur berdasarkan angka kecukupan gizi.
Jika anak sudah mendapatkan makanan pendamping asi atau MPASI, orangtua juga bisa memasukkan sumber makanan yang mengandung kalsium, fosfor, magnesium, zat besi, dan vitamin D3 melalui suplemen juga makanan dari buah, sayur, dan daging.
"Jadi masih banyak cara agar anak dapat tetap terpenuhi kebutuhan nutrisi. Yang utama tetap ASI memang yang terbaik, tidak ada yang bisa menggantikan," ucapnya.
Selama masa menyusui, ibu juga harus memperhatikan asupan makanan yang dikonsumsinya, saran dokter Frieda. Sementara bayi harus dipastikan kecukupan nutrisi yang seimbang dengan berkonsultasi kepada dokter anak dan ahli gizi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi