Suara.com - Pengembangan jamu menjadi obat herbal terstandar (OHT) alias fitofarmaka butuh perhatian khusus dari pemerintah.
Melansir ANTARA Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Kusumastuti Lukito mengatakan pengembangan jamu menjadi obat herbal terstandar (OHT) dan fitofarmaka membutuhkan peningkatan kemampuan industri hingga dukungan pendanaan uji klinik.
"Dalam pengembangan obat bahan alam atau jamu jadi OHT atau fitofarmaka telah teridentifikasi berbagai tantangan yang dihadapi oleh para peneliti dan industri tentunya antara lain perlunya untuk meningkatkan kemampuan industri atau lembaga penelitian untuk melakukan standardisasi senyawa aktif atau marker dari kandungan bahan baku herbal," kata Penny dikutip dari ANTARA.
Penny menuturkan ada lima tantangan yang dihadapi dalam pengembangan obat bahan alam atau jamu menjadi OHT dan fitofarmaka, yakni kemampuan industri atau lembaga penelitian yang perlu ditingkatkan dalam melakukan standardisasi senyawa aktif.
Kemampuan untuk melaksanakan standardisasi senyawa aktif atau marker dari kandungan bahan baku herbal sangat penting karena konsistensi marker tersebut sangat mempengaruhi konsistensi dari khasiat dan keamanan dari produk uji nantinya.
Kemudian, masih ada ketergantungan impor bahan baku pembanding senyawa marker sehingga menjadi tantangan tersendiri di dalam analisis senyawa marker.
Selanjutnya, ada keterbatasan jenis hewan model yang dapat digunakan sehingga uji praklinik juga cukup mendapat tantangan untuk dilakukan dengan cepat.
Tantangan berikutnya adalah masih terbatasnya jumlah laboratorium hewan yang sudah menerapkan prinsip-prinsip Praktik Laboratorium yang Baik (Good Laboratory Practice) untuk pemeliharaan dan penanganan dari hewan uji.
Pada umumnya, uji klinik memerlukan biaya yang tinggi dan waktu yang relatif lama sehingga aspek rekrutmen dari subjek uji klinik juga menjadi tantangan tersendiri karena itu juga mengakibatkan jumlah subjek sedikit.
Baca Juga: BPOM Dorong Pengembangan Jamu Jadi Obat Fitofarmaka
"Juga berbagai tantangan lain yang perlu kita identifikasi dan bahas bersama untuk mencari jalan keluarnya," tutur Penny.
Ia mengatakan pengembangan dan penciptaan produk-produk herbal berkualitas dan terstandar dalam negeri merupakan upaya penting dalam mewujudkan ketahanan di bidang farmasi sehingga inovasi dan dukungan sumber daya dalam pengembangan OHT dan fitofarmaka sangat diharapkan.
Pemerintah tentunya terus meningkatkan dukungan fasilitasi dan intervensi yang diperlukan, dan itu perlu direspons dengan proaktif oleh sektor swasta baik industri obat berbahan alam ataupun oleh para peneliti untuk bisa berkolaborasi, bekerja sama dan bersinergi dalam mengatasi berbagai kendala dan tantangan agar dapat memanfaatkan peluang dari pengembangan OHT dan fitofarmaka tersebut.
OHT merupakan pengembangan dari jamu atau obat bahan alam Indonesia yang telah terstandar baik untuk bahan bakunya dengan keamanan dan khasiat yang telah dibuktikan melalui uji praklinik.
Sedangkan fitofarmaka merupakan obat bahan alam yang telah melalui pembuktian selain uji praklinik namun juga dilanjutkan dengan uji klinik pada manusia. Selain itu, bahan baku dan produk jadinya juga telah terstandar.
Berita Terkait
-
Apakah Bedak Kelly Sudah BPOM? Simak Klaim Produk dan Review Penggunanya
-
9 Lip Balm Terbaik untuk Bibir Hitam yang Sudah BPOM, Bisa Mencerahkan!
-
5 Bedak Tabur Non Comedogenic BPOM Terbaik sesuai Review dan Harga
-
Apa Merk Cushion yang Bagus? Ini 7 Pilihan Terbaik yang Sudah BPOM
-
The Rise of Jamu Culture, Gerakan Mengajak Generasi Muda Bangga Minum Jamu
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress
-
Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama
-
Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia
-
Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak
-
Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini
-
Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes
-
Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol
-
Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu
-
Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat
-
Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak