Health / konsultasi
Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah
Ilustrasi sarung tangan dan masker medis. (Pixabay/leo2014)

Suara.com - Memasuki bulan-bulan musim dingin atau musim penghujan, para ahli menyarankan masyarakat untuk mengganti kebiasaan memakai masker kain menjadi masker medis.

Sebab, menurut parah ahli, jenis masker sekali pakai itu lebih efektif dalam melindungi tubuh dari paparan virus corona dan virus lainnya yang umum beredar selama musim dingin.

Sebuah studi yang dilakukan pada Agustus lalu oleh Universitas Yale dan Stanford menunjukkan masker medis 95% lebih efektif menyaring partikel virus daripada masker kain yang hanya 37%.

Pemerintah kesehatan di negara-negara Eropa, seperti Prancis, Jerman dan Austria, saat ini telah mendorong masyarakatnya untuk mengganti masker kain mereka dengan masker medis. lapor CNBC.

Baca Juga: 7 Manfaat Masker Kopi, Salah Satunya Bantu Mencegah Penuaan Dini

Ilustrasi masker bedah. [Shutterstock]

Asisten profesor di Universitas Sains dan Teknologi Missouri, Yang Wang, mengatakan bahwa masker kain efektif menyaring sebagian besar tetesan air liur dari orang lain saat mereka berbicara, bernapas, batuk, atau bersin.

Tetapi, Wang mengatakan kita akan lebih terlindungi apabila memakai masker kaliber sekali pakai, seperti KN95 yang dapat menyaring hingga 95% partikel di udara.

Selain KN95, masker lain yang direkomendasikan Wang adalah masker medis berbahan polypropylene, yang dapat menangkap, mencegat, dan menyaring partikel asing.

"Dan kualitasnya (masker medis) relatif konsisten, sementara masker kain bisa sangat bervariasi," ujar kepala bagian Penyakit Menular Dr. Judith O’Donnell di Penn Presbyterian Medical Center.

Baca Juga: Skill Terpendam, Lelaki Ini Bisa Bikin Masker Terbang Saat Buang Gas

Komentar