Suara.com - Akibat penyakit ginjal polikistik, seorang lelaki di Inggris memiliki ginjal terberat di dunia yang kini berhasil menjalani operasi pengangkatan.
Adalah Warren Higgs, lelaki berusia 54 tahun hidup dengan mengidap penyakit ginjal polikistik, yang membuat ginjalnya ditumbuhi kista hingga ukurannya membesar.
Kondisi ini menyebabkan dirinya kesulitan mengonsumsi makan makanan padat, dan ginjalnya mulai menghancurkan perut, paru hingga jantungnya.
Setelah menjalani operasi pengangkatan ginjal di Rumah Sakit Churchill Oxford, diketahui ginjal tersebut memiliki berat 74 pon atau sekitar 33,5 kilogram.
"Ahli bedah sudah mengkonfirmasi semuanya, dan kami berhasil mengalahkan rekornya, setelah diukur," ujar Higgs mengutip Insider, Senin (25/10/2021).
Ginjal milik Higgs diukur dengan cara menimbang cairan yang masuk dengan yang keluar.
Akibat mengidap penyakit ini, Higgs yang seorang mantan akuntan itu menyebutkan bahwa ia hidup berkat cuci darah setiap dua hari sekali, dan ia berharap bisa bergabung sebagai daftar tunggu transplantasi ginjal di tahun depan.
Setelah operasi pengangkatan sukses, Higgs sudah mulai berani pergi ke gym, bahkan disebut ia akan melakukan triathlon pada 2022 mendatang menggunakan sepeda listrik berbaring crowdfunded.
Sebelum operasi dilakukan, bukan berarti Higgs tidak mendapatkan hambatan, bahkan ia merasakan sakit yang teramat sangat hingg membuatnya menderita. Higgs harus mengonsumsi morfin setiap harinya untuk mengatasi rasa sakit tersebut.
Baca Juga: Ilmuwan Sukses Cangkok Ginjal Babi pada Tubuh Manusia
"Penyakit ini mengerikan, sangat menyakitkan, dan sulit untuk sembuh. Saya menyarankan siapapun yang memilikinya disarankan untuk mengubah gaya hidup untuk menjaganya, karena rasanya sangat sakit dan saya tidak berbohong," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
Terkini
-
Mengenal Ultra Low Contrast PCI, Pendekatan Tindakan Jantung yang Lebih Ramah Ginjal
-
Bukan Sekadar Timbangan: Mengapa Obesitas Resmi Jadi Penyakit Kronis di 2026?
-
Bayi Sering Gumoh? Umumnya Normal, Tapi Wajib Kenali Tanda Bahaya GERD
-
Melawan Angka Kematian Kanker yang Tinggi: Solusi Lokal untuk Akses Terapi yang Merata
-
Atasi Batuk Ringan hingga Napas Tidak Nyaman, Pendekatan Nutrisi Alami Kian Dipilih
-
Jangan Abaikan Kelainan Refraksi, Deteksi Dini Menentukan Masa Depan Generasi
-
Toko Sociolla Pertama di Sorong, Lengkapi Kebutuhan Kecantikan di Indonesia Timur
-
Awali 2026, Lilla Perkuat Peran sebagai Trusted Mom's Companion
-
Era Baru Kesehatan Mata: Solusi Tepat Mulai dari Ruang Dokter Hingga Mendapatkan Kacamata Baru
-
Dokter Ungkap: Kreativitas MPASI Ternyata Kunci Atasi GTM, Perkenalkan Rasa Indonesia Sejak Dini