Suara.com - Baru-baru ini, Ayu Ting Ting membuat konten YouTube bersama Bima Aryo mengenai pijat kretek atau chiropractic. Di tengah video, Bilqis, anak Ayu Ting Ting meminta untuk pijat kretek.
Bima Aryo pun sempat menyampaikan manfaat kretek atau chiropractic ini pada anak-anak. Sebelum ia mulai melakukan kretek pada Bilqis, ia meminta anak Ayu Ting Ting berbaring untuk mengukur panjang kakinya.
Saat itulah, Bima Aryo menemukan ketidakwajaran pada kaki Bilqis. Ia menunjukkan kepada Ayu Ting Ting bahwa panjang kaki Bilqis berbeda antara keduanya.
"Aku syok banget. Yu, tapi Ayu nggak tahu ini Yu? Sumpah demi Allah?" tanya Bima Aryo dalam channel YouTube Qiss You TV.
"Nggak tahu a', demi Allah. Itu jauh banget bedanya," sahut Ayu Ting Ting.
Memiliki satu kaki yang lebih panjang dari yang lain adalah kondisi yang relatif umum. Kondisi ini dikenal sebagai perbedaan panjang kaki. Beberapa Penelitian menunjukkan bahwa 40-70 persen orang memiliki beberapa bentuk perbedaan panjang kaki (LLD).
Perbedaan panjang kaki bisa berkisar dari sepersekian inci hingga beberapa inci. Semakin besar perbedaannya, maka semakin besar kemungkinan orang tersebut mengalami masalah dengan gaya berjalan, postur dan rasa sakit.
Dilansir dari Medical News Today, ada dua jenis perbedaan panjang kaki, yakni fungsional dan struktural. Jenis-jenis ini memiliki penyebab yang berbeda-beda.
1. Perbedaan panjang kaki fungsional
Baca Juga: Suntikan Booster Vaksin Pfizer, Ini Efek Samping yang Sering Terjadi
Pada LLD fungsional, tulang kaki memiliki panjang yang sama. Tapi, satu kaki terlihat lebih panjang dari lainnya karena ada masalah tubuh bagian panggul, pinggul, lutut, kaki dan pergelangan kaki.
Pada anak-anak, LLD fungsional dapat terjadi ketika seorang anak dilahirkan dengan masalah yang mengubah keselarasan pinggul mereka. Pada orang dewasa, LLD fungsional dapat diakibatkan oleh nyeri kronis atau artritis dan masalah terkait pada tulang belakang, pinggul, atau lutut.
Kondisi neuromuscular juga bisa menjadi penyebab LLD fungsional. Karena, kondisi ini bisa mempengaruhi keselarasan dan postur tubuh seseorang. Dalam beberapa kasus, olahraga pun bisa menyebabkan LLD fungsional.
2. Perbedaan panjang kaki struktural
LLD structural bisa terjadi ketika salah satu tulang paha atau tulang kering lebih pendek di satu kaki daripada yang lain. Kondisi ini biasanya muncul ketika lahir, tetapi juga bisa terjadi ketika anak tumbuh.
Beberapa penyebab potensial perbedaan panjang kaki structural meliputi cedera tulang, cedera, penyakit tulang, tumor tulang, dan juvene arthritis.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini
-
Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi
-
Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!
-
Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?
-
Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung
-
Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman
-
Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi
-
Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga
-
Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan
-
Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal