Suara.com - Komite penasihat Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) telah mengizinkan vaksin Covid-19 Pfizer-BioNTech untuk anak usia lima hingga 11 tahun sebagai penggunaan darurat.
Sebelumnya, peneliti sudah melakukan uji klinis di sekitar Amerika Serikat yang dimulai pada Maret lalu.
"Respons (vaksin) yang paling baik ditoleransi oleh anak-anak seusia itu, dengan efek samping ringan, seperti demam, nyeri, serta kedinginan dan hal-hal seperti itu," kata salah satu penguji klinis Dr. Emanuel "Chip" Walter Jr. dari Duke Human Vaccine Institute.
Walter mengatakan efek samping vaksin pada anak-anak dipantau secara cermat selama masa uji klinis.
Produsen telah mengambil tindakan pencegahan agar tidak terjadi kesalahan dalam mengidentifikasi vaksin dewasa dan anak-anak, yakni dengan memberi tanda mana dosis untuk anak-anak serta mana yang untuk dewasa.
"Vaksin yang pertama ada tutupnya berwarna ungu dan yang sekarang ada oranye di vialnya. Nanti akan diberi label bahwa itu hanya untuk anak-anak. Dosis dewasa tidak boleh digunakan untuk anak-anak," kata Walter kepada CNN.
Walter mengatakan kemungkinan anak akan mengalami beberapa gejala, seperti demam dan tidak enak badan, pada hari sehari setelah divaksinasi.
"Hal-hal itu dapat diatasi secara mudah dengan ibuprofen," ujarnya.
Tetapi, ada satu masalah yang belum diketahui apakah akan terjadi pada anak-anak, yakni risiko peradangan otot jantung (miokarditis) dan peradangan di sekitar jantung (perikarditis). Dua risiko ini terkadang dialami orang dewasa muda.
Baca Juga: Info Vaksin Tangerang 1 sampai 6 November 2021, Bisa Disuntik di Mal
Para peneliti tidak tahu apakah anak-anak juga berisiko terkena kondisi ini, tetapi mereka tetap waspada untuk melacak respons apa pun yang mungkin menjadi tanda peradangan jantung tersebut.
"Kalau ada anak yang mengeluh sakit, nyeri dada, atau sesak napas, keluarga langsung dipanggil dan anak dievaluasi," sambungnya.
Risiko miokarditis lebih sering terlihat pada pria muda berusia 16 hingga 30 tahun, dan biasanya terjadi setelah pemberian dosis vaksin kedua. Tingkat miokarditis pada kelompok tertentu adalah sekitar 40 kasus per satu juta dosis vaksin kedua yang diberikan.
"Aku pikir sangat penting untuk menyadari bahwa tidak semua miokarditis itu sama. Bahkan, miokarditis bisa berkembang setelah komplikasi Covid-19," imbuhnya.
Sementara itu, miokarditis yang terjadi setelah vaksin cenderung ringan dan biasanya sangat mudah diobati setelah diidentifikasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien
-
Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi
-
Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan
-
Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!