Suara.com - Hari Kesehatan Nasional 2021 yang akan diselenggarakan sebentar lagi menjadi momen tepat mengamapanyekan salah satu masalah kesehatan akan yang terjadi di Indonesia, yakni tingginya prevalensi perokok anak.
Untuk mengampanyekan bahaya merokok, sekolompok pelajar melakukan parade mural di tembok untuk kampanye menurunkan angka perokok anak.
Uniknya, parade mural di tembok ini juga digelar oleh para anak muda yang tergabung sebagai Pembaharu Muda (PM) 3.0 yang terdiri dari 17 anak muda SMA maupun mahasiswa.
PM 3.0 ini melakukan aksi menggambar mural di tembok di 8 kota yakni Madiun, Malang, Gresik, Kabupaten Bogor, kota Jakarta, Tangerang, Bengkalis dan Medan.
"Nantinya Pembaharu Muda 3.0 juga akan berkolaborasi dengan komunitas mural di kota mereka,” ujar Aghnina Wahdini, Social Media Officer Lentera Anak, dalam keterangan yang diterima suara.com, Jumat (5/11/2021).
Adapun puncak dari aksi PM 3.0 ini akan berlangsung hingga 12 November 2021 mendatang, yang bertepatan dengan Hari Kesehatan Nasional.
Menurut Aghnina, rencananya juga PM 3.0 akan mengusahakan memperluas parade mural di 15 kota melibatkan berbagai organisasi dan pemerintah yang mendukung kampanye menurunkan angka perokok anak.
Seperti salah satu PM 3.0 asal Padang, Yogi yang berhasil menuangkan ide kreatifnya menggambar mural, dan bekerjasama dengan pemerintah kota Padang yang mendukung upaya menurunkan prevalensi perokok anak di Indonesia.
Yogi Kurniawan dan Hari yang merupakan seorang mahasiswa ini, dengan bangga menggambar mural sosok anak muda berseragam merah yang mengartikan semangat membara, dimana bagian punggung seragam itu melambangkan aksi menolak rokok dengan diksi 'Good for health'.
Baca Juga: Potret Keseruan Lomba Mural Piala Kaolda Jateng, Ratusan Peserta Sambut Antusias
Gambar anak muda yang dilukis dalam bentuk mural itu menyiratkan pesan bangga dan keren, dengan senyuman sekilas dan bangga atas prinsip tidak merokok yang dianutnya.
"Untuk kota Padang mewarnai template mural di 3 SMP. Kami mewarnai dengan beberapa siswa TPA. Banyak dari mereka yang merokok seperti bapak-bapak itu juga malah mendukung," tutur Hari.
Kegiatan parade mural ini juga digelar secara kompetisi online, yang terbuka seluruh masyarakat Indonesia pengguna akun Instagram. Peserta dapat memilih satu atau beberapa gambar mural yang tersedia di www.delapankomatujuh.org, lalu peserta mengkreasikan gambar tersebut.
Dalam aksi parade mural itu diselipkan berbagai aspirasi, seperti menjauhkan anak dari target pemasaran industri rokok, pesan hidup sehat tanpa rokok di Hari Kesehatan Nasional, dan Revisi PP 109.
Seperti diketahui, di beberapa penelitian menyebutkan paparan iklan, promosi, dan sponsor rokok yang masih menyebabkan angka prevalesni perokok anak yang dari tahun ke tahun bukannya menurun malah meningkat.
Berita Terkait
-
Mural untuk Kampung Kelabu
-
Karakoy Street Turki, dari Pelabuhan Lama ke Pusat Kreatif Kota
-
Menolak Takut! 30 Hari Tragedi Air Keras Andrie Yunus, Aktivis Tandai Lokasi Penyiraman Pakai Mural
-
Dinas Bina Marga DKI Belum Akan Hapus Zebra Cross Pac-Man di Soepomo, Tunggu Cat Memudar
-
Dari Jalanan ke Galeri: Pameran Street Art Tidak Ada Makan Siang Hari Ini di EDSU House
Terpopuler
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
- Persija Sudah Temukan Pengganti Mauricio Souza, Target Juara Super League Musim Depan
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
Pilihan
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
Terkini
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?