Suara.com - Kementerian Kesehatan Malaysia, Dr Noor Hisham mengonfirmasi bahwa ada dua kasus subvariant Delta AY.4.2 pertama yang telah terdeteksi di negaranya.
Dalam sebuah pernyataan, Direktur Jenderal Kesehatan Tan Sri Dr Noor Hisham mengatakan bahwa subvariant Delta AY.4.2, yang juga dikenal sebagai varian Delta plus terdeteksi dari dua siswa Malaysia yang baru saja kembali dari Inggris pada 2 Oktober 2021 lalu.
Kedua warga negara Malaysia yang terinfeksi subvariant Delta AY.4.2 itu tiba di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) pada 2 Oktober 2021. Mulanya, hasil tes RT-PCR pertama mereka menunjukkan hasil negatif.
"Tapi, tes kedua mereka pada 7 Oktober 2021 menunjukkan hasil positif. Hasil full genome sequencing yang dilakukan oleh UKM Lembaga Biologi Molekuler Medis (UMBI-UKM) dirilis pada 30 Oktober 2021 lalu," kata Dr Noor Hisham dikutip dari New Straits Times.
Dr Noor Hisham mengatakan bahwa vaksin Covid-19 yang sekarang ini tersedia masih efektif digunakan untuk melawan varian Delta AY.4.2. Di samping itu, tindakan karantina dan pengujian berkala juga membantu mengurangi risiko penularan varian virus corona itu di Malaysia, terutama di titik masuk internasional.
Saat ini, Dr Noor Hisham pun terus memantau dan memastikan subvariant Delta AY.4.2 ini sudah menyebar lebih luas di Malaysia atau belum. Pada akhir Oktober 2021, varian Delta AY.4.2 termasuk dari 10 persen sekuensing genom penuh yang dilakukan di Inggris.
Badan Keamanan Kesehatan Inggris telah mengklasifikasikan varian AY.4.2 memiliki dua mutasi genetik tambahan, yakni Y145H dan A222V sebagai Variant Under Investigation (VUI) pada 20 Oktober 2021.
Sementara itu, Malaysia telah mendeteksi virus corona varian Delta sebanyak 90 kasus. Sedangkan, Lembaga Penelitian Medis (IMR) telah mendeteksi sebanyak 44 kasus dan UMBI-UKM menemukan 46 kasus.
Sebagian besar kasus ditemukan di Johor dan Sabah. Kedua negara bagian itu melaporkan 27 kasus, Negri Sembilan 10 kasus, Selangor 10 kasus, Kuala Lumpur 9 kasus, Pahang 4 kasus, Kelantan, Malaka dan Perlis yang masing-masing 1 kasus.
Baca Juga: Peneliti Sebut Virus Corona Covid-19 Bisa Menginfeksi Telinga Bagian Dalam
Kemudian, dua kasus subvariant Delta AY.4.2 ditemukan di Negri Sembilan. Dr Noor Hisham mengatakan total kasus Variant of Concern (VOC) dan Variant of Interest (VOI) menjadi 3.782 kasus.
Berdasarkan jumlah tersebut, 3.762 merupakan kasus VOC yang terdiri dari 3.522 kasus varian Delta, 226 kasus varian Beta dan 14 kasus varian Alpha. Sebanyak 20 kasus sisanya adalah VOI yang terdiri dari 13 kasus varian Theta, Kappa (empat) dan Eta (tiga).
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
Perubahan Iklim Bikin Nyamuk DBD Makin Ganas, Dokter: Kini Bisa Berulang 2 Tahunan
-
Mengenal Ultra Low Contrast PCI, Pendekatan Tindakan Jantung yang Lebih Ramah Ginjal
-
Bukan Sekadar Timbangan: Mengapa Obesitas Resmi Jadi Penyakit Kronis di 2026?
-
Bayi Sering Gumoh? Umumnya Normal, Tapi Wajib Kenali Tanda Bahaya GERD
-
Melawan Angka Kematian Kanker yang Tinggi: Solusi Lokal untuk Akses Terapi yang Merata
-
Atasi Batuk Ringan hingga Napas Tidak Nyaman, Pendekatan Nutrisi Alami Kian Dipilih
-
Jangan Abaikan Kelainan Refraksi, Deteksi Dini Menentukan Masa Depan Generasi
-
Toko Sociolla Pertama di Sorong, Lengkapi Kebutuhan Kecantikan di Indonesia Timur
-
Awali 2026, Lilla Perkuat Peran sebagai Trusted Mom's Companion
-
Era Baru Kesehatan Mata: Solusi Tepat Mulai dari Ruang Dokter Hingga Mendapatkan Kacamata Baru