Suara.com - Pola makan vegetarian dan vegan menjadi semakin populer. Sementara banyak orang berpikir bahwa pola makan nabati ini menyehatkan, tetapi tetap ada mitos seputar pola makan ini.
Di sisi lain, pola makan vegetarian dan vegan juga masih sering disalahpahami.
Untuk mengetahui lebih jelas, berikut fakta sebenarnya dari mitos tentang pola makan nabati ini yang dilansir Medical News Today:
1. Mitos: Pola makan nabati selalu menyehatkan
Dalam beberapa tahun ini, semakin banyak penelitian menunjukkan hubungan antara makan daging merah dengan kesehatan yang buruk. Misalnya, sering makan daging merah dapat meningkatkan risiko kanker usus, obesitas, hingga penyakit jantung.
Hal itu seolah menunjukkan bahwa pola makan tanpa daging lebih baik. Padahal, tidak semua pola makan vegetarian atau vegan menyehatkan.
Seperti pola makan lainnya, sehat tidaknya makanan tergantung pada apa yang dikonsumsi. Contohnya seorang vegan yang hanya memakan kentang saja, mereka tidak mendapatkan nutrisi lainnya. Selain itu, produk pengganti daging bisa saja ada yang tinggi garam.
2. Mitos: Pola makan nabati menjamin penurunan berat badan
Sayangnya, tidak semua pola makan vegetarian dan vegan sama-sama menyehatkan dan dapat menurunkan berat badan.
Baca Juga: 5 Makanan Tinggi Protein, Segera Perbaiki Pola Makan Agar Sehat
Kunci untuk menurunkan berat badan adalah diet yang sehat dan olahraga teratur. Kedua hal itu dapat dilakukan dengan masih mengonsumsi produk hewani.
3. Mitos: Vegetarian dan vegan tidak mendapat cukup protein
Ini adalah mitos paling umum. Padahal, makanan yang mengandung protein sangat berlimpah.
Produk susu dan telur mengandung protein tinggi, tetapi tahu, buncis, lentil, dan jenis kacang-kacangan lain juga kaya akan protein.
Bahkan, beberapa sayuran juga mengandung protein, seperti bayam, asparagus, brokoli, kentang, kacang polong, hingga ubi jalar.
4. Mitos: Pola makan nabati tidak bisa membangun massa otot
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
Terkini
-
Mengenal Ultra Low Contrast PCI, Pendekatan Tindakan Jantung yang Lebih Ramah Ginjal
-
Bukan Sekadar Timbangan: Mengapa Obesitas Resmi Jadi Penyakit Kronis di 2026?
-
Bayi Sering Gumoh? Umumnya Normal, Tapi Wajib Kenali Tanda Bahaya GERD
-
Melawan Angka Kematian Kanker yang Tinggi: Solusi Lokal untuk Akses Terapi yang Merata
-
Atasi Batuk Ringan hingga Napas Tidak Nyaman, Pendekatan Nutrisi Alami Kian Dipilih
-
Jangan Abaikan Kelainan Refraksi, Deteksi Dini Menentukan Masa Depan Generasi
-
Toko Sociolla Pertama di Sorong, Lengkapi Kebutuhan Kecantikan di Indonesia Timur
-
Awali 2026, Lilla Perkuat Peran sebagai Trusted Mom's Companion
-
Era Baru Kesehatan Mata: Solusi Tepat Mulai dari Ruang Dokter Hingga Mendapatkan Kacamata Baru
-
Dokter Ungkap: Kreativitas MPASI Ternyata Kunci Atasi GTM, Perkenalkan Rasa Indonesia Sejak Dini