Suara.com - Indonesia kembali mendapat pujian dari dunia internasional terkait penanganan pandemi Covid-19.
Juru bicara Satgas Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan, peringkat Indonesia dalam indeks pemulihan Covid-19 yang diterbitkan oleh Nikkei kembali naik.
"Indonesia terus mendapatkan pengakuan dari dunia internasional dalam peringkat yang disusun oleh Nikkei, Indonesia berada di peringkat 41 naik dari peringkat 54," terangnya, seperti dikutip dari situs resmi Satgas Covid-19.
Naiknya peringkat tersebut menempatkan Indonesia di peringkat tertinggi diantara negara-negara ASEAN.
Selain itu, berdasarkan penilaian dari Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO), menyatakan per tanggal 3 November 2021, seluruh provinsi di Indonesia berada di tingkat penularan komunitas level 1.
"Pencapaian ini perlu untuk dipertahankan melalui kolaborasi masyarakat dan pemerintah. Sehingga pandemi COVID-19 dapat terus terkendali dan ekonomi nasional dapat pulih dan tumbuh," jelasnya.
Di kesempatan yang sama, Wiku juga meminta masyarakat untuk tidak lengah dan terus melakukan protokol kesehatan ketat.
Apalagi di beberapa daerah, kasus Covid-19 kembali mengalami kenaikan meski masih dalam tahap terkendali.
Untuk itu, Wiku meminta agar para kepala daerah mamu memantau kasus COVID-19 yang terjadi di daerahnya.
Baca Juga: Antisipasi Peningkatan Kasus Covid-19 Jelang Libur Nataru, Ini Langkah Satgas Covid-19
"Apabila para bupati/walikota dapat memantau dan menganalisis data di wilayahnya masing-masing, maka sedikit saja ada tren peningkatan dapat terdeteksi dan terantisipasi dengan lebih cepat," tutup Wiku.
Berita Terkait
-
Dirjen WHO: Hantavirus Bukan Pandemi Baru Seperti COVID-19
-
Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19
-
WHO Tegaskan Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar Bukan Awal Pandemi Baru
-
Viral Cuitan 2022 yang Singgung Hantavirus 2026, Disebut Prediksi Masa Depan
-
'Kiamat' Pandemi COVID-19 Bisa Terulang Jika Selat Hormuz Terus Diblokir Iran
Terpopuler
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?