Suara.com - Jeruk dikenal sebagai buah yang kaya vitamin C, dan jadi andalan ketika kita sakit untuk meningkatkan kekebalan tubuh dan mempercepat proses penyembuhan dan.
Tak hanya itu, jeruk juga mengandung kadar air yang cukup tinggi, sehingga dapat membantu menhidrasi tubuh.
Tapi, siapa sangka, di balik sederet manfaat sehatnya, buah jeruk juga memiliki efek samping yang harus Anda waspadai.
Hal ini diungkap oleh ahli gizi Avni Kaul, melansir dari laman Healthshots.
“100 gram jeruk mengandung 47 gram kalori, 87 gram air, 0,9 gram protein, 11,8 gram karbohidrat, 9,4 gram gula, 2,4 gram serat, dan 76 persen nilai harian vitamin C. Meski kaya nutrisi, tapi karena mengandung serat dan vitamin C dalam jumlah tinggi, sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah yang terbaas,” tambah Avni.
Avni mengatakan jika orang dewasa mulai mengonsumsi jeruk dalam porsi besar, yaitu 4-5 buah sehari, ini bisa menyebabkan kelebihan serat dalam tubuh, di mana ini bisa memicu sakit perut, kram, diare, kembung, dan juga mual.
“Selain itu, asupan vitamin C pada jeruk yang berlebihan dapat menyebabkan mulas, sakit kepala, muntah, hingga insomnia,” kata dia.
Dikarenakan jeruk memiliki sifat asam, terkadang jeruk juga dapat menyebabkan iritasi pada lapisan perut pada orang yang menderita penyakit refluks gastroesofageal (GERD).
Itu sebabnya, pada orang yang menderita GERD, idealnya berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi sebelum mengonsumsi jeruk.
“Jika tidak, kadang bisa menyebabkan komplikasi pencernaan yang signifikan. Termasuk mulas dan muntah pada pasien GERD. Juga, orang yang memiliki kadar kalium tinggi dalam tubuh, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter dulu sebelum makan jeruk,” ungkap Avni.
Baca Juga: Keren! Kecut Rasanya, Tapi Jeruk Purut Kota Batu Diminati Orang Prancis dan Belanda
Meski jeruk juga mengandung sedikit kalium, tapi tubuh yang memiliki kadar kalium tinggi, asupan tambahan dapat menyebabkan kondisi yang berpotensi serius, salah satunya hiperkalemia.
“Ini dapat menyebabkan mual, kelemahan, kelelahan otot, dan aritmia. Dalam kasus ekstrim, kondisinya bisa mengancam jiwa,” pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh