Suara.com - Pengalaman sebagai penyintas Covid-19 maupun menyaksikan anggota keluarga yang pernah terinfeksi, ternyata dapat memengaruhi perilaku disiplin seseorang dalam menjalankan protokol kesehatan atau prokes.
Menurut Survei dari Health Collaborative Center (HCC) berdasarkan Covid-19 Preventive Behavior Index (CPBI) atau tingkat perilaku pencegahan, orang dengan ketegori tersebut memiliki skor CPBI tinggi.
Artinya menjadi penyintas dan atau memiliki keluarga/kerabat yang pernah menderita Covid-19 menunjukkan tata laksana prokes yang dijalankan dengan baik.
"Baik mereka yang survivor (penyintas) pernah kontak erat, maupun ada anggota keluarga yang pernah kena Covid-19, mereka lebih baik dalam menerapkan prokes," kata peneliti HCC Dr. dr. Ray Wagiu, MKK dalam konferensi pers virtual, Senin (15/11/2021).
Disiplin menjalankan prokes juga menunjukkan sikap mereka mencegah diri agar tidak terinfeksi kembali.
Selain pengalaman pribadi, Ray mengungkapkan bahwa kebanyakan sikap waspada masyarakat Indonesia juga terpengaruh dari pemberitaan mengenai Covid-19.
"Ada beberapa aspek yang menurut mereka jadi pemicu kenapa mereka khawatir, karena aspek berita. Jadi ini merupakan salah satu indikator untuk menghargai upaya media bahwa skor khawatir, awas para orang Indonesia lebih banyak di-drive oleh pemberitaan Covid," tuturnya.
Terutama saat gelombang kedua terjadi pada Juli lalu. Di mana angka kematian pasien Covid-19 di Indonesia sempat meningkat, banyak rumah sakit penuh, dan tenaga kesehatan kewalahan, informasi tersebut yang mampu memengaruhi sikap waspada masyarakat Indonesia.
Namun, temuan lainnya, orang-orang dengan skor CPBI yang rendah kebanyakan didapatkan oleh kelompok yang belum bahkan enggan divaksinasi Covid-19.
Baca Juga: Antisipasi Lonjakan COVID-19, RSUDAM Lampung Siapkan 10 Ton Oksigen
Ray menyampaikan, dari 1.800 responden dalam survei HCC, sebanyak 65 persen di antaranya sudah divaksinasi, 21 persen sudah pernah terinfeksi Covid-19, 30 persen memiliki anggota keluarga yang pernah terinfeksi, dan 45 persen pernah kontak erat dengan pasien Covid-19.
Sementara, 35 persen responden yang belum maupun enggan divaksinasi itu lah yang memiliki skor CPBI sangat rendah. Artinya, mereka tidak menjalankan protokol kesehatan dengan baik.
"Jadi memang pada dasarnya enggak mau divaksin dan tidak divaksin itu sudah satu paket dengan prokes jelek," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya
-
Waspada Super Flu Subclade K, Siapa Kelompok Paling Rentan? Ini Kata Ahli
-
Asam Urat Bisa Datang Diam-Diam, Ini Manfaat Susu Kambing Etawa untuk Pencegahan