Suara.com - Vaksin Covovax baru saja berhasil mendapatkan EUA atau izin penggunaan darurat dari Badan POM, yang membuat vaksin asal India ini resmi bisa digunakan untuk penanganan Covid-19 di Indonesia.
Namun, masih sangat sedikit masyarakat yang belum mengetahui fakta vaksin Covovax. Berikut rangkuman suara.com terkait vaksin Covovax mengutip keterangan pers BPOM RI, Jumat (19/11/2021).
1. Jadi vaksin Covid-19 ke-11 di Indonesia
Sebelum vaksin Covovax disetujui BPOM, sudah ada 10 vaksin Covid-19 yang lebih dulu mengantongi EUA BPOM RI, yakni Sinovac, AstraZeneca, Sinopharm, Moderna, Pfizer, Novavax, Zifivax, Janssen, Covidecia, dan Sputnik V.
Kini vaksin Covavax jadi vaksin Covid-19 ke-11 yang diizinkan penggunaanya di Indonesia, dan jadi vaksin pertama asal India yang digunakan di tanah air.
Vaksin Covovax merupakan vaksin dengan teknologi platform rekombinan protein subunit glikoprotein spike menggunakan vaksin adjuvant Matrix-M1.
2. Indonesia negara pertama keluarkan EUA untuk Covovax
Mengutip Covid-19 Vaccine Tracker, Jumat (19/11/2021) ternyata Indonesia negara pertama dunia yang terbitkan EUA untuk vaksin Covovax.
Di India sendiri hanya menggunakan 7 vaksin Covid-19 dan disetujui penggunaannya, yakni Zydus Cadila vaksin Covid-18 DNA pertama buatan India, vaksin Moderna, vaksin Sputnik V, Janssen, vaksin AstraZeneca, Covishield asal India, dan Covaxin vaksin lokal pertama buatan India.
3. Diberikan usia 18 tahun ke atas dalam dua dosis
Vaksin yang uji pre klinik dan uji klinisnya dilakukan di Australia, Amerika Serikat, Meksiko, Inggris (United Kingdom/UK), dan Afrika Selatan ini diberikan dalam dua dosis.
"Dari hasil evaluasi tersebut, vaksin Covovax dapat digunakan untuk dewasa berusia 18 tahun ke atas dengan dosis 5 mg per dosis, diberikan sebanyak 2 kali, dengan interval pemberian 21 hari,” papar Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito, melalui keterangannya.
Baca Juga: Indonesia Kedatangan 4 Juta Vaksin AstraZeneca Dan 800 Ribu Moderna
4. Punya efikasi hingga 90 persen
Dari hasil pengamatan 7 hari setelah pemberian dosis kedua pada dewasa usia 18 tahun atau lebih, dengan status imun negatif (seronegatif) berkisar antara 89,7 persen hingga 90,4 persen pada semua kasus Covid-19, dengan berbagai tingkat keparahan.
Efikasi vaksin dalam menangkal Covid-19 tingkat keparahan sedang hingga berat, berkisar antara 86,9 persen hingga 100 persen.
Sedangkan efikasi vaksin pada kelompok lanjut usia berdasarkan uji klinik fase 3 di Inggris adalah 88,9 persen.
Di samping itu, hasil uji klinik fase 2 dan 3 di India menunjukkan respons imun yang baik dari pengukuran 14 hari setelah pemberian vaksin Covovax dosis kedua.
5. Ada efek samping Covovax
Dari sisi evaluasi aspek keamanan berdasarkan kejadian efek samping vaksin Covovax, berdasarkan uji klinik umumnya bersifat ringan hingga sedang.
Efek samping vaksin Covovax yang paling sering dilaporkan, antara lain nyeri lokal (23,9 persen hingga 32 persen), tenderness (9,9 persen hingga 11,4 persen), sakit kepala (15,5 persen hingga 19,9 persen), kelelahan atau fatigue (8,7 persen hingga 17,9 persen), nyeri otot atau myalgia (8,5 persen hingga 15,5 persen), dan demam (3,5 persen hingga 14,4 persen).
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak
-
Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan
-
Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak
-
Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan
-
Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari
-
Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit
-
Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya