Suara.com - Indonesia akan kembali mendapat tambahan 8,4 juta dosis vaksin AstraZeneca. Pengiriman itu akan dilakukan November 2021 dengan skema kerjasama langsung dengan pemerintah.
Pengiriman hari ini adalah pengiriman tahap pertama dari produsen vaksin Shenzhen Kangtai Biological Products (BioKangtai) di Cina, yang merupakan sumber pasokan vaksin Oxford-AstraZeneca baru untuk Indonesia.
Hingga November 2021, total sudah 47 juta dosis vaksin Oxford-AstraZeneca hasil kerjasama AstraZeneca dan Universitas Oxford telah dikirimkan ke Indonesia melalui berbagai skema. Seluruh dosis vaksin Oxford-AstraZeneca yang diedarkan di Indonesia memiliki dua nama dagang yaitu Vaxzevria dan KconecaVac (nama dagang yang dipakai pada vaksin produksi BioKangtai).
Presiden Direktur AstraZeneca Indonesia, Sewhan Chon, mengatakan: “Kami akan terus memasok jutaan dosis vaksin kami ke Indonesia. Saya yakin bahwa vaksin COVID-19 Oxford-AstraZeneca yang diterima oleh Indonesia akan melebihi 50 juta dosis vaksin, baik melalui pasokan langsung dari AstraZeneca, COVAX maupun rantai pasokan tambahan.
Dukungan dari rantai pasokan tambahan merupakan wujud dari komitmen AstraZeneca untuk terus mendukung pemerintah dalam mempercepat dan memperluas cakupan vaksinasi di Indonesia sesegera mungkin, dan kami menghargai kemitraan yang terus berlangsung dengan pemerintah Indonesia.”
“Dalam usaha kami memerangi dampak yang diakibatkan oleh varian Delta, kiriman vaksin Oxford-AstraZeneca telah memberikan kontribusi yang signifikan. Kami terus berusaha untuk meningkatkan jangkauan vaksinasi COVID-19 untuk menekan penyebaran virus, dan kami berterima kasih kepada mitra pemasok vaksin kami atas dukungannya dalam mencapai tujuan program vaksinasi nasional," ujar Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin .
Pengiriman vaksin Oxford-AstraZeneca dari berbagai rantai pasokan ke Indonesia bertambah dengan pengiriman dosis yang diproduksi di Cina oleh BioKangtai, yang sudah mendapatkan persetujuan penggunaan darurat oleh Badan POM Indonesia.
Vaksin COVID-19 Oxford-AstraZeneca oleh BioKangtai ini diproduksi dengan teknologi yang sama dengan vaksin AstraZeneca, dan memiliki efikasi, keamanan serta kualitas yang setara dengan vaksin COVID-19 AstraZeneca lainnya yang telah didistribusikan secara luas di Indonesia dan seluruh dunia.
Seluruh dosis vaksin Oxford-AstraZeneca dipastikan telah memenuhi standar kualitas ketat yang sama di mana pun vaksin tersebut diproduksi, dengan setiap batch telah melewati lebih dari 60 tes kualitas sebagai bagian dari proses kendali mutu yang ketat.
Baca Juga: Pemkot Batasi Kegiatan Masyarakat Selama Libur Natal
Hingga hari ini, lebih dari 2 miliar dosis vaksin Oxford-AstraZeneca telah dipasok ke lebih dari 170 negara, dan lebih dari dua pertiganya dikirimkan ke negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah ke bawah. Vaksin ini telah mencegah terjadinya 50 juta infeksi COVID-19, 5 juta rawat inap, dan lebih dari 1 juta kematian karena COVID-19.
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
Terkini
-
Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI