Suara.com - Para ilmuwan menemukan bahwa melakukan lebih banyak pekerjaan rumah tangga atau bersih-bersih rumah tidak hanya baik untuk kesehatan, tetapi juga membantu meningkatkan daya ingat.
Para peneliti telah menemukan bahwa orang tua yang masih aktif melakukan pekerjaan rumah tangga memiliki fungsi kognitif yang lebih tinggi, meskipun hanya pekerjaan ringan.
Para ahli di Singapura telah melihat melakukan pekerjaan rumah tangga berkontribusi pada kondisi masa tua yang lebih sehat, yakni dengan meningkatkan tingkat aktivitas fisik dan kapasitas mental.
Hubungan keduanya terlihat dari seberapa banyak orang usia 65 tahun ke atas melakukan aktivitas fisik dalam pekerjaannya atau waktu luangnya.
Mereka juga memeriksa kecepatan berjalan dan berpindah posisi dari duduk ke berdiri pada orang yang sudah lanjut usia, yang merupakan indikasi kekuatan kaki untuk menilai tingkat aktivitas fisik peserta.
Selain itu, peneliti juga menilai kelincahan mental lansia dengan tes yang dirancang untuk memeriksa memori, bahasa dan rentang perhatian. Peserta pun diberi pertanyaan mengenai intensitas dan frekuensi mereka melakukan pekerjaan rumah tangga dan aktivitas lainnya.
Makalah penelitian yang diterbitkan di BMJ Open ini melibatkan hampir 500 orang dewasa di Singapura yang menjalani tes untuk menentukan kesehatan fisik dan kognitif mereka.
Kemudian, mereka dibagi menjadi dua kelompok usia, antara 21 hingga 54 tahun dengan usia rata-rata 44 tahun dan orang usia 65 hingga 90 tahun dengan usia rata-rata 75 tahun.
Hasil tes memori dan tes fisik, seperti seberapa cepat orang dapat berpindah dari duduk ke berdiri dan kecepatan berjalan, menunjukkan bahwa pekerjaan rumah berkaitan dengan kemampuan mental seseorang yang lebih tajam dan kapasitas fisik yang lebih baik.
Baca Juga: Dokter Temukan Gejala Aneh Virus Corona Covid-19 pada Pasien Kanker
Hanya sekitar sepertiga atau 36 persen dari mereka yang berasa di kelompok lebih miuda. dan 48 persen dari mereka yang berada di kelompok usia lebih tua atau 65 tahun ke atas, yang memenuhi tingkat aktivitas fisik yang direkomendasikan.
Tetapi, sekitar dua pertiga atau 61 persen orang dewasa usia 64 tahun ke bawah dan 66 persen orang dewasa yang lebih tua, yang memenuhi target secara eksklusif melalui pekerjaan rumah tangga.
Skor kognitif mereka 8 persen dan 5 persen lebih tinggi pada orang tua usia 5 tahun ke atas karena masih melakukan pekerjaan rumah yang ringan atau berat.
Waktu berpindah posisi dari duduk ke berdiri juga 8 persen lebih cepat pada mereka yang melakukan pekerjaan rumah berat dengan volume lebih tinggi. Sedangkan, skor keseimbangan mereka 23 persen lebih tinggi.
Pekerjaan rumah tangga ini termasuk cuci piring, membersihkan debu, merapikan tempat tidur, mencuci pakaian, menjemur pakaian, menyetrika, merapikan dan memasak makanan.
Bahkan, pekerjaan rumah tangga yang lebih sulit, weperti membersihkan jendela, mengganti tempat tidur, memukul tikar, menyedot debu, mencuci atau menggosok lantai, dan pekerjaan yang melibatkan penggergajian, perbaikan atau pengecatan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp20 Ribu dan Rp10 Ribu di Tangerang
- Apakah Ada Penukaran Uang Baru BI Pintar Periode 3? Ini Pengumuman Pastinya
- 3 Cara Melihat Data Kepemilikan Saham di Atas 1 Persen: Resmi KSE dan BEI
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- 6 Sepatu Lari Lokal Berkualitas Selevel HOKA Ori, Cocok untuk Trail Run
Pilihan
-
Shin Tae-yong Gabung FC Bekasi City, Ini Jabatannya
-
Pelatih Al Nassr: Cristiano Ronaldo Resmi Tinggalkan Arab Saudi
-
WHO: 13 Rumah Sakit di Iran Hancur Dibom Israel dan Amerika Serikat
-
Bahlil Lahadalia: Bagi Golkar, Lailatul Qadar Itu Kalau Kursi Tambah
-
Gedung DPR Dikepung Massa, Tuntut Pembatalan Kerja Sama RI-AS dan Tolak BoP
Terkini
-
Empati Sejak Dini, Ramadan Jadi Momen Orang Tua Tanamkan Nilai Kebaikan pada Anak
-
Stop Target Besar! Rahasia Konsisten Hidup Sehat Ternyata Cuma Dimulai dari Kebiasaan Kecil
-
Bibir Sumbing pada Bayi: Penyebab, Waktu Operasi, dan Cara Perawatannya
-
5 Rekomendasi Susu Kambing Etawa untuk Jaga Kesehatan Tulang dan Peradangan pada Sendi
-
Mencetak Ahli Gizi Adaptif: Kunci Menghadapi Tantangan Malnutrisi di Era Digital
-
Tips Memilih Klinik Tulang Terpercaya untuk Terapi Skoliosis Non-Operasi
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab