Suara.com - Sebuah perusahaan publik Israel telah mengembangkan satu-satunya obat untuk virus corona Covid-19 yang sudah mencapai stadium akhir. Mereka juga memaparkan hasil uji klinis tahap II terhadap obat virus corona Covid-19 tersebut.
Hasil uji klinis fase II mengungkapkan bahwa pasien yang terinfeksi virus corona Covid-19 parah memiliki tingkat kelangsungan hidup 94 persen setelah mengonsumsi obat tersebut.
Terapi sel MesenCure dari perusahaan bioteknologi Israel, Bonus BioGroup, diberikan kepada 50 pasien virus corona Covid-19 yang dirawat di rumah sakit.
Mereka menderita pneumonia yang mengancam jiwa dan gangguan pernapasan. Hasilnya, 47 persen pasien virus corona Covid-19 selamat atau sembuh setelah minum obat tersebut.
"Hasil uji klinis ini memberikan harapan baru untuk merawat pasien virus corona Covid-19 parah," kata Dr Tomer Bronshtein, kepala penelitian di Bonus BioGroup Ltd., dikutip dari Fox News.
Tomer Bronshtein mengatakan uji klinis fase II, mengungkapkan bahwa MesenCure dapat menyelamatkan 3 dari 4 orang yang berisiko meninggal dan menurunkan lamanya pasien harus menjalani perawatan medis di rumah sakit.
"Terapi ini akan mempercepat penyembuhan mereka dengan cara mengurangi risiko Long Covid-19 dan kerusakan jaringan permanen," kata Tomer Bronshtein.
Perusahaan mencatat bahwa masing-masing dari 30 peserta pertama dalam uji klinis fase II, dua pasien yang mengalami infeksi parah dengan usia dan komorbiditas sama dimasukkan ke dalam kelompok kontrol.
Setelah menganalisis data, perusahaan menemukan bahwa Mesencure mengurangi sekitar 70 persen risiko kematian pada pasien virus corona Covid-19 parah dibandingkan dengan kelompok yang tidak minum obat.
Baca Juga: Batuk Nomal vs Virus Corona Covid-19, Begini Cara Membedakannya!
Perusahaan juga mencatat bahwa sekitar setengah dari pasien virus corona Covid-19 parah yang dirawat dengan terapi ini boleh pulang dari rumah sakit setelah 1 hari menjalani perawatan medis.
Bronshtein mengatakan bahwa MesenCure adalah obat yang terbuat dari sel hidup. Sel hidup ini dimasukkan ke pasien untuk mencapai paru-paru, mengisi peradangan dan mulai mengeluarkan molekul serta senyawa yang menenangkan.
Bronshtein mencatat bahwa obat ini juga mengurangi pneumonia dan edema yang membantu pasien bisa bernapas. Secara paralel, sel juga membantu mengatasi badai sitokin yang merupakan reaksi hiperimun yang diperburuk oleh virus corona Covid-19.
Menurut Bonus BioGroup, pembuatan obat untuk pasien virus corona ini sangat penting karena vaksin Covid-19 juga belum sepenuhnya melindungi diri dari penularan viurus.
"Kini kami memiliki obat yang bisa berfungsi baik. Tapi, obat ini masih hanya tersedia pada pasien virus corona yang menderita parah," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jalan Putri Hijau/Yos Sudarso Medan Ditutup 31 Januari hingga 6 Februari, Arus Lalin Dialihkan
- 4 Cushion Wardah untuk Tutupi Kerutan Lansia Usia 50 Tahun ke Atas
- Reshuffle Kabinet: Sugiono Jadi Menko PMK Gantikan 'Orang Jokowi', Keponakan Prabowo Jadi Menlu?
- Ketua KPK Jawab Peluang Panggil Jokowi dalam Kasus Korupsi Kuota Haji
- 5 Mobil Bekas Rp30 Jutaan yang Cocok untuk Guru Honorer: Solusi Ekonomis untuk Mobilitas Sehari-hari
Pilihan
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
-
5 HP Memori 128 GB di Bawah Rp2 Juta Terbaik Awal 2026: Kapasitas Lega, Harga Ramah di Kantong!
-
5 HP Murah Mirip iPhone Terbaru: Gaya Mewah Boba 3 Mulai Rp900 Ribuan!
-
Rupiah Melemah ke Rp16.786, Tertekan Sentimen Negatif Pasar Saham
Terkini
-
Tidak Semua Orang Cocok di Gym Umum, Ini Tips untuk Olahraga Bagi 'Introvert'
-
Dehidrasi Ringan Bisa Berakibat Serius, Kenali Tanda dan Solusinya
-
Indonesia Masih Kekurangan Ahli Gizi, Anemia hingga Obesitas Masih Jadi PR Besar
-
Cedera Tendon Achilles: Jangan Abaikan Nyeri di Belakang Tumit
-
Super Flu: Ancaman Baru yang Perlu Diwaspadai
-
3D Echocardiography: Teknologi Kunci untuk Diagnosis dan Penanganan Penyakit Jantung Bawaan
-
Diam-Diam Menggerogoti Penglihatan: Saat Penyakit Mata Datang Tanpa Gejala di Era Layar Digital
-
Virus Nipah Sudah Menyebar di Sejumlah Negara Asia, Belum Ada Obatnya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Punya Layanan Bedah Robotik Bertaraf Internasional
-
Hari Gizi Nasional: Mengingat Kembali Fondasi Kecil untuk Masa Depan Anak