Suara.com - Leukemia, limfoma dan myeloma adalah beberapa jenis kanker darah yang paling umum. Banyak jenis kanker darah sekarang yang bisa diobati dan memberikan tingkat kelangsungan hidup 5 tahun pada penderitanya.
Menurut Blood Cancer UK, mengenali gejala kanker darah lebih awal merupakan salah satu cara untuk menangani kanker darah lebih cepat dan tepat. Sayangnya, banyak orang sering tak menyadari kanker darah bisa menunjukkan gejala pada kulit.
Beberapa jenis kanker menyerang sel-sel yang membentuk darah, seperti kanker darah. Gejalanya biasanya muncul perlahan sehingga seseorang terkadang tidak menyadarinya.
Bahkan, beberapa orang mungkin juga tidak mengalami gejala apapun. Menurut Blood Cancer UK dilansir dari Express, gejala awal kanker darah, meliputi:
- Penurunan berat badan yang tidak bisa dijelaskan
- Kulit memar atau berdarah yang tidak jelas penyebabnya
- Benjolan atau pembengkakan pada kulit tubuh
- Sesak napas
- Keringat malam hingga basah kuyup
- Infeksi yang persisten, berulang atau parah
- Demam tinggi atau lebih dari 38 derajat celcius
- Ruam atau kulit gatal yang tidak jelas
- Nyeri pada tulang, persendian atau perut
- Kelelahan yang tidak membaik setelah istirahat atau tidur
- Kepucatan
Blood Cancer UK menjelaskan bahwa tidak semua orang mengalami gejala kanker darah yang sama. Beberapa gejala kanker darah dapat terlihat berbeda pada warna kulit yang berbeda.
Umumnya, memar terlihat seperti bercak merah yang berubah warna menjadi gelap seiring waktu pada kulit dan sering kali terasa lembut. Pada kulit hitam dan coklat, memar mungkin pertanda kanker darah mungkin lebih sulit dideteksi pada tahap awal.
Tetapi gejala ini akan berkembang seiring waktu. Memar akan membuat beberapa bagian kulit terlihat lebih gelap dibandingkan kulit di sekitarnya.
Sehingga, tanda-tanda kanker darah yang muncul pada kulit bisa sangat mudah atau sulit diidentifikasi tergantung pada warna kulit alami penderitanya.
Pada kulit terang bercak merah atau ungu bisa dikenal sebagai tanda memar akibat kanker darah. Pada kulit hitam atau coklat, memar akibat kanker darah mungkin akan terlihat seperti beberapa bagian kulit menjadi lebih gelap dibandingkan sekitarnya.
Baca Juga: Spanyol Deteksi Kasus Virus Corona Varian Omicron Pertama
Kanker tanda memar akibat kanker darah ini sulit dikenali, pahami bahwa orang usia 65 tahun ke atas lebih mungkin mengalami penurunan berat badan atau pembengkakan kelenjar getah bening sebagai pertanda kanker darah.
Jika Anda memiliki kanker darah yang tumbuh lambat, Anda mungkin tidak memerlukan pengobatan langsung dan beberapa penderita mungkin juga tidak membutuhkannya.
Selain itu, perawatan kanker darah pun bisa memberikan sejumlah efek samping. Beberapa orang mengalami beberapa efek ini sebagai akibat dari kanker itu sendiri, bahkan jika mereka tidak menjalani pengobatan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
Terkini
-
Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi
-
Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW
-
Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?
-
Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai
-
Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional
-
Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus
-
Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?