Suara.com - Sistem tubuh manusia, dari siklus tidur hingga pencernaan, telah diatur oleh ritme sirkadian atau irama sirkadian. Ini juga dapat disebut sebagai 'jam biologis tubuh', yang akan mengikuti siklus matahari, dari terbit hingga terbenam.
Namun, ritme sirkadian juga bisa terganggu. Membuat orang yang mengalaminya memiliki jam biologis tubuh berkebalikan dari orang-orang di sekelilingnya.
Gangguan ritme sirkadian atau circadian rythm disorder merupakan masalah yang terjadi ketika siklus tidur dan bangun seseorang tidak selaras dengan lingkungan dia berada hingga menganggu aktivitas sehari-hari.
Ketika siklus tidur-bangun tidak sinkron dengan lingkungan, orang yang mengalaminya berisiko kesulitan tidur, dan kualitas tidurnya buruk. Pada akhirnya pola tidurnya akan buruk.
Menurut National Heart, Lung, and Blood Institute (NHLBI) AS, gangguan pada pola tidur bisa bersifat sementara dan disebabkan oleh faktor eksternal, seperti kebiasaan tidur, pekerjaan, atau perjalanan.
Gangguan ritme sirkadian juga bisa terjadi dalam jangka panjang, dan disebabkan oleh faktor internal, seperti genetik, usia, atau kondisi medis.
Gejala dari gangguan ini termasuk kantuk parah di siang hari, insomnia, kelelahan, penurunan tingkat kewaspadaan, dan masalah dengan ingatan serta pengambilan keputusan.
Berdasarkan Web MD, gejala lain dari gangguan ritme sirkadian adalah:
- konsentrasi buruk
- gangguan kinerja, termasuk keterampilan kognitif yang lebih rendah
- koordinasi yang buruk
- sakit kepala
- masalah perut
Jika Anda mengalami salah satu kondisi di bawah ini, periksakanlah kepada dokter:
Baca Juga: Suplay Air di Batam Gangguan 6 Jam Hari Ini, Berikut Area Terdampak
- kurang tidur selama lebih dari satu bulan dan mengalami kesulitan berkonsentrasi, pelupa, kurang motivasi, atau kantuk parah di siang hari
- sulit tidur
- terbangun di pagi hari dengan tubuh kelelahan dan tidak segar
Dokter akan menanyakan gejala dan memeriksa riwayat kesehatan, serta melakukan pemeriksaan fisik.
Untuk mendiagnosis gangguan ini, dokter mungkin akan menyarankan tes tidur, menyarankan Anda untuk menulis di buku harian untuk melacak kapan dan berapa lama Anda tidur, dan menguji kadar hormon tertentu dalam darah atau air liur Anda.
Rencana pengobatannya akan tergantung pada jenis dan penyebab gangguan ritme sirkadian Anda, seperti terapi cahaya, konsumsi obat-obatan, atau perubahan gaya hidup.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
- Persija Sudah Temukan Pengganti Mauricio Souza, Target Juara Super League Musim Depan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
Terkini
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?