Suara.com - Terbebas dari pandemi dan hidup kembali normal dari Covid-19 tampaknya masih jauh dari harapan, lantaran saat ini dunia kembali terancam dengan varian baru virus corona Omicron.
Para ilmuwan mengatakan bahwa varian Omivron ini tampaknya memiliki hingga 30 mutasi yang memengaruhi tingkat penyebaran dan keparahannya, membuat warga dunia semakin panik.
Hanya beberapa hari setelah diidentifikasi di Afrika Selatan, varian baru dan berpotensi lebih menular ini, telah dilaporkan di Inggris dan di lebih banyak negara Eropa. Menurut laporan, seperti yang dilansir dari Healthshots, varian Omicron telah terdeteksi di Belgia, Botswana, Hong Kong, Inggris dan Israel, memicu kekhawatiran global.
Banyak negara kemudian memberlakukan pembatasan perjalanan pada penerbangan dari Afrika Selatan. Dan bersamaan dengan itu, WHO telah menyatakan bahwa para peneliti di Afrika Selatan dan di seluruh dunia sedang melakukan penelitian untuk lebih memahami karakteristik varian Omicron.
Lalu, apakah varian Omicron memang benar-benar lebih menular daripada varian Covid-19 sebelumnya? Hal ini, menurut WHO, masih belum jelas.
“Jumlah orang yang dites positif telah meningkat di wilayah Afrika Selatan yang terkena varian ini, tetapi studi epidemiologi sedang dilakukan untuk memahami apakah itu karena Omicron atau faktor lain,” ungkap WHO.
WHO juga menyatakan bahwa sesuai data awal, menunjukkan bahwa meningkatnya tingkat rawat inap di Afrika Selatan mungkin karena meningkatnya jumlah keseluruhan orang yang terinfeksi, bukan akibat infeksi spesifik dengan Omicron.
Pencegahan adalah satu-satunya kunci, menurut WHO, sambil mengakui bahwa semua varian Covid-19, termasuk varian Delta yang dominan di seluruh dunia, dapat menyebabkan penyakit parah atau kematian, khususnya bagi orang-orang yang paling rentan.
Risiko Terinfeksi Ulang?
Baca Juga: Update Covid-19 Global: Varian Omicron Sudah Masuk, Australia Pastikan Takkan Lockdown
Sesuai bukti awal, orang yang sebelumnya memiliki Covid-19, dapat terinfeksi ulang dengan lebih mudah dengan Omicron. Namun, WHO mengatakan bahwa informasi ini masih bersifat terbatas, dan mungkin saja hanya berlaku untuk sekarang, sebelum penelitian lebih lanjut dilakukan.
Apakah Vaksin Covid-19 Efektif?
WHO telah mengatakan bahwa mereka bekerja dengan mitra teknis untuk memahami dampak potensial dari varian ini pada tindakan pencegahan yang ada, termasuk vaksin.
“(Saat ini) Vaksin tetap penting untuk mengurangi penyakit parah dan kematian, termasuk terhadap varian dominan yang beredar, Delta,” demikian bunyi pernyataan itu.
Apakah Tes PCR Bisa Mendeteksi Varian Omicorn?
Ya, tes PCR yang banyak digunakan dapat mendeteksi infeksi, termasuk yang disebabkan oleh varian Omicron. Studi sedang berlangsung untuk menentukan apakah ada dampak pada jenis tes lain, termasuk tes deteksi antigen cepat.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Promo THR Alfamart Maret 2026: Sirup Marjan dan Biskuit Lebaran Diskon Gila-gilaan, Mulai 6 Ribuan
- 5 Mobil Bekas untuk Jangka Panjang: Awet, Irit, Pajak Ringan, dan Ramah Kantong
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
Pilihan
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
-
Patuhi Perintah Trump, Australia Kasih Suaka ke 5 Pemain Timnas Putri Iran
-
Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
Terkini
-
Glaukoma Bisa Sebabkan Kebutaan Tanpa Gejala, Ini Hal-Hal yang Perlu Diketahui
-
Mengenal Operasi TAVI, Prosedur Jantung Modern Minimal Invasif yang Kini Hadir di Bali
-
Pentingnya Menjaga Kualitas Air Minum Isi Ulang agar Aman Dikonsumsi
-
Orang Tua Waspada! Ini Tanda Gangguan Pertumbuhan pada Anak: Pengaruh Hingga Dewasa
-
Vaksin Campak Apakah Gratis? Ini Ketentuannya
-
Tak Hanya Puasa, Kemenkes RI Sarankan Kurangi Garam, Gula, dan Lemak saat Ramadan
-
Gaya Hidup Sehat dan Aktif Makin Jadi Pilihan Masyarakat Modern Indonesia
-
Empati Sejak Dini, Ramadan Jadi Momen Orang Tua Tanamkan Nilai Kebaikan pada Anak
-
Stop Target Besar! Rahasia Konsisten Hidup Sehat Ternyata Cuma Dimulai dari Kebiasaan Kecil
-
Bibir Sumbing pada Bayi: Penyebab, Waktu Operasi, dan Cara Perawatannya