Suara.com - Setiap pasien asma memiliki pengalaman mereka sendiri saat mengalami serangan penyakit tersebut. Satu-satunya kesamaan bahwa hal itu sama-sama menimbulkan trauma bagi semua orang.
Ini bisa berupa nyeri tumpul di dada atau bengkak atau sesak di dada. Beberapa menggambarkannya seolah-olah udara diperas keluar dari paru-paru mereka, sementara yang lain seperti bernapas melalui sedotan yang terjepit.
Dilansir dari Times of India, asma adalah suatu kondisi di mana saluran udara yang mengalirkan udara ke paru-paru menyempit, membengkak dan mungkin mulai memproduksi lendir ekstra.
Saat menghirup zat yang mengiritasi—seperti serbuk sari, debu, udara kering, bulu hewan peliharaan, atau asap, saluran udara menjadi lebih bengkak dan otot-otot di sekitarnya mengencang.
Ini dapat membuat sulit bernapas dan menyebabkan serangan asma. Kondisi ini tidak dapat diubah dan hanya dapat dikontrol melalui pengobatan.
Dr Rommel Tickoo, direktur, penyakit dalam di Max Hospitals-Saket, Delhi mengatakan bahwa serangan asma ringan dapat dengan mudah dikelola di rumah dengan bantuan nebulizer dan inhaler. Hanya mereka yang menderita serangan asma parah yang memerlukan rawat inap.
Dia lebih lanjut mengatakan bahwa "episode serangan asma parah yang umum di antara mereka yang memiliki masalah terkait dada, asma kronis, bronkitis kronis, COPD dan perokok. Orang lain mungkin mengalaminya 1-2 kali dalam setahun, setiap kali terkena iritasi." Berikut adalah 6 gejala umum serangan asma.
Sesak Napas
Menurut Dr Tickko, sesak napas adalah salah satu tanda pertama asma dan tiba-tiba. Itu terjadi ketika saluran udara meradang dan menyempit. Karena itu tidak dapat mengangkut jumlah oksigen yang dibutuhkan ke paru-paru. Itu membuat orang tersebut merasa kehabisan nafas
Baca Juga: 3 Cara Mengatasi Sesak Napas untuk Jaga-jaga saat Darurat
Mengi
Peradangan pada pipa udara selama serangan asma mempersempitnya, sehingga sulit untuk menghirup jumlah oksigen yang dibutuhkan. Ini menyebabkan suara mengi saat menghirup udara. "Pada serangan akut, ada banyak mengi di awal. Itu adalah suara musik yang dihasilkan saat bernafas diikuti dengan batuk dan masalah lainnya," katanya.
Batuk
Iritan seperti debu, kabut, asap dan serbuk sari memicu serangan asma. Ketika partikel mikro ini memasuki saluran udara, mereka menyebabkan iritasi dan peradangan pada saluran tersebut.
Mereka merangsang saraf yang memberi sinyal pada otak Anda untuk membuat otot-otot di dada dan perut Anda mengeluarkan udara dari paru-paru Anda dengan batuk. Ini adalah tanda khas lain dari serangan asma. Menurut ahli, batuk tidak umum terjadi. Terkadang hanya mengi dan sesak napas.
Dada sesak
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat