Suara.com - COVID-19 varian Omicron diprediksi bakal menjadi masalah utama pandemi COVID-19 di tahun depan, terutama di benua Eropa. Meski begitu, hingga kini belum ada temuan kasus parah di kawasan tersebut.
Perkiraan itu mendukung informasi awal seputar varian Omicron yang disebut sangat menular dibanding Delta, varian corona yang sebelumnya dianggap paling menular dari varian-varian sebelumnya.
"Berdasarkan pemodelan matematika yang dilakukan oleh ECDC, ada sejumlah indikasi bahwa Omicron dapat menjadi dominan dari keseluruhan infeksi SARS-CoV-2 di UE/EEA (Wilayah Ekonomi Eropa) dalam beberapa bulan ke depan," kata Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa (ECDC) lewat pernyataan.
EU dan EEA meliputi 27 negara anggota Uni Eropa ditambah Islandia, Liechtenstein, dan Norwegia.
Sejauh ini belum ada bukti konklusif seputar penularan Omicron, namun pejabat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Maria van Kerkhove pada Rabu mengatakan bahwa badan PBB itu berharap dapat mengantongi datanya dalam beberapa hari ini.
Pada Kamis penasihat sains terkemuka pemerintah Prancis Jean-Francois Delfraissy menyebutkan bahwa Omicron dapat menggeser dominasi varian Delta pada akhir Januari.
Hingga kini Eropa mencatat 79 kasus varian Omicron yang pertama kali muncul di Afrika Selatan pada November, kata ECDC.
Sebagian dari kasus Omicron tidak bergejala dan sebagian lagi hanya menunjukkan gejala ringan. Tidak ada kasus yang menyebabkan penyakit parah, rawat inap atau kematian.
"Vaksinasi bagi mereka yang belum disuntik vaksin atau yang belum mendapatkan vaksin lengkap dan booster untuk mereka yang berusia di atas 40 tahun sangat penting," ujar Direktur ECDC Andrea Ammon melalui pernyataan. [ANTARA]
Baca Juga: Jalur Keluar Masuk Bali Lewat Udara, Laut Dan Darat Akan Diperketat
Berita Terkait
-
Mengenal COVID-19 'Stratus' (XFG) yang Sudah Masuk Indonesia: Gejala dan Penularan
-
Kenali Virus Corona Varian Nimbus: Penularan, Gejala, hingga Pengobatan Covid-19 Terbaru
-
Mengenal Virus Corona Varian Nimbus, Penularan Kasus Melonjak di 13 Negara
-
7 Fakta Kenaikan Kasus COVID-19 Dunia, Thailand Kembali Berlakukan Sekolah Daring
-
Pasien COVID-19 di Taiwan Capai 41.000 Orang, Varian Baru Corona Kebal Imunitas?
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Mengenal Ultra Low Contrast PCI, Pendekatan Tindakan Jantung yang Lebih Ramah Ginjal
-
Bukan Sekadar Timbangan: Mengapa Obesitas Resmi Jadi Penyakit Kronis di 2026?
-
Bayi Sering Gumoh? Umumnya Normal, Tapi Wajib Kenali Tanda Bahaya GERD
-
Melawan Angka Kematian Kanker yang Tinggi: Solusi Lokal untuk Akses Terapi yang Merata
-
Atasi Batuk Ringan hingga Napas Tidak Nyaman, Pendekatan Nutrisi Alami Kian Dipilih
-
Jangan Abaikan Kelainan Refraksi, Deteksi Dini Menentukan Masa Depan Generasi
-
Toko Sociolla Pertama di Sorong, Lengkapi Kebutuhan Kecantikan di Indonesia Timur
-
Awali 2026, Lilla Perkuat Peran sebagai Trusted Mom's Companion
-
Era Baru Kesehatan Mata: Solusi Tepat Mulai dari Ruang Dokter Hingga Mendapatkan Kacamata Baru
-
Dokter Ungkap: Kreativitas MPASI Ternyata Kunci Atasi GTM, Perkenalkan Rasa Indonesia Sejak Dini