Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memastikan PPKM Level 3 batal saat Nataru atau Libur Natal dan Tahun Baru 2022.
Salah satu yang dikhawatirkan dari pembatalan PPKM Level 3 adalah memicu lonjakan kasus dan menyebabkan gelombang ketiga pandemi Covid-19 di Tanah Air, benarkah demikian?
Menanggapi hal ini, Epidemiolog dari Griffith University, Dicky Budiman mengatakan bahwa level PPKM bukan faktor penentu terjadinya gelombang ketiga pandemi Covid-19. Ia mengatakan bahwa banyak faktor yang menyebabkannya.
Salah satunya masih banyak masyarakat yang belum terlindungi atau belum memiliki antibodi yang mampu melawan Covid-19.
"Ada tidak masyarakat yang rawan atau belum memiliki imunitas di masyarakat, yaitu yang belum divaksin atau belum terinfeksi. Terutama kan yang harus dilindungi yang belum vaksin, atau artinya proteksi dari vaksinasi," ujar Dicky saat dihubungi suara.com, Selasa (7/12/2021).
Sedangkan kata Dicky, jumlah vaksinasi Covid-19 Indonesia sudah cukup signifikan. Meskipun itu jika dilihat dari jumlah vaksin dosis pertama, sudah 142 juta dari 208 juta target vaksinasi.
"Nah, ini kan jumlahnya ada cukup signifikan setidaknya, kalau misalnya dosis 1 yang jadi rujukan, antara 30 hingga 40 persen penduduk kita masih rawan, itu potensi gelombang itu ada," tutur Dicky.
Sedangkan kata Dicky, PPKM jadi salah satu alat untuk melindungi orang yang belum divaksinasi.
Ia mengatakan, alih-alih fokus pada level PPKM, protokol kesehatam 3M, vaksinasi dan 3T (tracing, testing, treatment) harus ditingkatkan berapapun level PPKM-nya.
Baca Juga: Peduli Karier Jurnalistik, BRI Luncurkan BRI Fellowship Journalism
"Hal yang harus selalu dijaga yaitu, konsistensinya, mau berapapun levelnya 5M tetap, 3T dan vaksinasi harus dilakukan," jelas Dicky.
Hal yang sama juga berlaku untuk mencegah varian Omicron masuk ke Indonesia. Pemerintah wajib menambah kapasitas whole genom squencing, mendeteksi berbagai varian baru di tanah air, termasuk potensi dibawa oleh pendatang.
Whole genom sequencing adalah kegiatan pengurutan genom (struktur) virus yang menyebar dan menginfeksi beberapa orang dalam satu wilayah.
"Varian Omicron sama strateginya, dan PPKM bertingkat ini harus dijaga konsistensinya sesuai indikator, kalaupun nggak diberlakukan semua daerah PPKM level 3," pungkas Dicky.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
Ruam Popok Bukan Sekadar Kemerahan, Cara Jaga Kenyamanan Bayi Sejak Hari Pertama
-
Tak Hanya Indonesia, Nyamuk Wolbachia Cegah DBD juga Diterapkan di Negara ASEAN
-
Dokter Ungkap Pentingnya Urea Breath Test untuk Cegah Kanker Lambung
-
Self-Care Berkelas: Indonesia Punya Layanan Kesehatan Kelas Dunia yang Nyaman dan Personal
-
Lupakan Diet Ketat: Ini 6 Pilar Nutrisi Masa Depan yang Bikin Sehat Fisik dan Mental di 2026
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Rahasia Puasa Tetap Kenyang Lebih Lama Tanpa Loyo, Ini Pendamping Sahur yang Tepat
-
Lantai Licin di Rumah, Ancaman Diam-Diam bagi Keselamatan Anak
-
Zero-Fluoroscopy, Solusi Minim Risiko Tangani Penyakit Jantung Bawaan Anak hingga Dewasa