Suara.com - Akupuntur merupakan teknik kesehatan holistik yang berasal dari pengobatan tradisional China untuk meringankan gejala penyakit atau meningkatkan kesehatan.
Jarum yang digunakan untuk akupuntur tidak sama seperti yang biasa digunakan dokter. Jarum akupuntur padat, sangat tipis, dan fleksibel.
"Jarumnya tidak terlalu sakit. Kebanyakan orang merasa tenang selama perawatan," kata ahli akupuntur dari The People's Acupuncture of Asheville, Sam Soemardi.
Soemardi mengatakan alasan paling umum orang-orang melakukan akupuntur adalah untuk meredakan nyeri tubuh.
"Aku juga mendapati segala macam masalah kesehatan dan kebugaran, dari penyakit autoimun, insomnia, hingga masalah kesuburan. Orang-orang hanya mencoba mencari cara untuk merasa lebih baik," sambungnya, dilansir Insider.
Berikut kondisi kesehatan yang bisa diatasi dengan akupuntur:
Selain terapi bicara dan pengobatan, kecemasan dapat diatasi dengan akupuntur.
Dalam sebuah riset tahun 2015 terhadap 36 orang dengan kecemasan kronis, peserta melaporkan mengakami penurunan gejala kecemasan setelah menjalani terapi akupuntun selama 10 minggu.
Baca Juga: Tanda Orang Menggunakan Narkoba LSD Seperti Jeff Smith dan Berita Kesehatan Menarik Lain
2. Meringankan gejala menstruasi yang menyakitkan
Berdasarkan sebuah riset kecil dari tahun 2013, peserta yang menerima akupuntur melaporkan gejala menstruasi yang biasanya menyakitkan menjadi lebih ringan. Sebelumnya mereka menggunakan NSAID, seperti ibuprofeon atau aspirin.
3. Meringankan masalah pencernaan
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa akupunktur dapat membantu meringankan masalah pencernaan.
Sebuah tinjauan tahun 2016 dari 16 uji coba terkontrol secara acak menemukan bahwa akupuntur tampaknya lebih membantu mengatasi masalah pencernaan daripada obat-obatan.
Namun peneliti mengatakan masih diperlukan penelitian lain untuk sepenuhnya mendukung kesimpulan tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
-
Jeffrey Hendrik Belum Resmi jadi Pjs Direktur Utama BEI
Terkini
-
Dokter Ungkap: Kreativitas MPASI Ternyata Kunci Atasi GTM, Perkenalkan Rasa Indonesia Sejak Dini
-
Solusi Bijak Agar Ibu Bekerja Bisa Tenang, Tanpa Harus Mengorbankan Kualitas Pengasuhan Anak
-
Dokter Saraf Ungkap Bahaya Penyalahgunaan Gas Tawa N2O pada Whip Pink: Ganggu Fungsi Otak!
-
Tidak Semua Orang Cocok di Gym Umum, Ini Tips untuk Olahraga Bagi 'Introvert'
-
Dehidrasi Ringan Bisa Berakibat Serius, Kenali Tanda dan Solusinya
-
Indonesia Masih Kekurangan Ahli Gizi, Anemia hingga Obesitas Masih Jadi PR Besar
-
Cedera Tendon Achilles: Jangan Abaikan Nyeri di Belakang Tumit
-
Super Flu: Ancaman Baru yang Perlu Diwaspadai
-
3D Echocardiography: Teknologi Kunci untuk Diagnosis dan Penanganan Penyakit Jantung Bawaan
-
Diam-Diam Menggerogoti Penglihatan: Saat Penyakit Mata Datang Tanpa Gejala di Era Layar Digital