Suara.com - Terapi antibodi AZD7442 milik AstraZeneca terbukti dalam studi in vitro bisa mempertahankan efikasi vaksin Covid-19 terhadap virus corona varian Omicron.
Bahkan, kabar terbarunya, terapi antibodi AZD7442 juga sudah mendapat izin penggunaan darurat atau EUA dari BPOM Amerika Serikat, yakni FDA, sehingga obat ini sudah bisa digunakan untuk terapi pencegahan dari infeksi Covid-19.
Hal ini disampaikan langsung oleh Sewhan Chon, Presiden Direktur AstraZeneca Indonesia, berdasarkan hasil uji klinik PROVENT fase III secara global di beberapa negara.
"Data terbaru dari uji klinik PROVENT Fase III menunjukkan profil efikasi yang kuat dan AZD7442. Sejauh ini telah menunjukkan perlindungan hingga enam bulan terhadap Covid-19 pada pasien berisiko tinggi dan pasien dengan gangguan kekebalan," ujar Sewhan, mengutip siaran pers yang diterima suara.com, Selasa (14/12/2021).
Adapun terapi AZD7442 ini digunakan untuk pencegahan pada orang dewasa dan remaja usia 12 tahun ke atas, dengan berat badan minimal 40 kilogram.
Kategori penerimanya yakni, orang dengan gangguan kekebalan tubuh yang mengonsumsi imunosupresan atau obat yang menekan kekebalan tubuh, termasuk orang yang belum direkomendasikan mendapatkan vaksinasi Covid-19.
Selain itu, mereka yang menjalani terapi AZD7442 tidak boleh terinfeksi atau baru saja terinfeksi SARS CoV 2 penyebab sakit Covid-19.
Adapun terapi AZD7442 terdiri dari tixagevimab dikemas bersama cilgavimab, kombinasi long-acting antibody (LAAB).
AZD7442 adalah kombinasi dari dua long-acting antibodi monoklonal untuk pencegahan Covid-19 yang diberikan sebagai dosis intramuskular atau disuntik di otot lengan.
Baca Juga: Inggris Mencatat Kematian Pertama Akibat Varian Omicron
Untuk satu dosisnya terdiri dari 150 miligram tixagevimab dan 150 miligram cilgavimab, dalam dua suntikan terpisah yang berurutan.
Executive Vice President BioPharmaceuticals R&D, AstraZeneca, Mene Pangalos, mengatakan jika terapi ini bisa memberikan efek perlindungan jangan panjang, dengan hanya memberikan satu dosis saja, termasuk mampu melindungi dari varian Omicron.
"Data praklinis yang tersedia saat ini juga menunjukkan bahwa efikasi AZD7442 tidak terpengaruh secara signifikan oleh varian Omicron, dan kami bekerja dengan cepat untuk mengonfirmasi hal ini," tutur Pangalos.
Khusus untuk varian Omicron, ditemukan bahwa AZD7442 dalam uji in vitro mampu menetralkan virus corona varian yang muncul baru-baru ini, termasuk varian Delta dan Mu.
Dari substitusi situs pengikatan Omicron yang relevan dengan AZD7442 yang telah diuji hingga saat ini, tidak ada yang dikaitkan dengan pelepasan dari netralisasi AZD7442.
Studi in vitro tambahan akan dilakukan untuk memberikan informasi lebih lanjut tentang dampak varian Omicron dari AZD7442, dengan data yang diantisipasi tersedia dalam beberapa minggu mendatang.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat