Suara.com - International Diabetes Federation (IDF) mencatat jumlah pasien diabetes di Indonesia tahun ini mencapai 19.47 juta orang. Menempatkan Indonesia di posisi kelima sebagai negara dengan jumlah pengidap diabetes terbanyak.
Artinya, dibutuhkan kapasitas kesehatan yang memadai untuk masyarakat.
Namun, dalam Riset Kementerian Kesehatan 2020, Indonesia hanya memiliki sekitar 321.544 tempat tidur rumah sakit untuk melayani populasi sekitar 270 juta orang.
Kondisi tersebut membuat Good Doctor Technology Indonesia (Good Doctor) berinisiatif mempelopori studi percontohan dalam kerangka sketsa Program Layanan Penyakit Kronis (Prolanis). Studi ini bekerja sama dengan Lembaga Riset Ikatan Dokter Indonesia (IDI).
"Studi percontohan ini merupakan komitmen Good Doctor untuk selalu mendorong sinergi berkelanjutan antara layanan telemedisin dengan proses transformasi sektor kesehatan Indonesia secara strategis," tutur Head of Medical, Adhiatma Gunawan, dalam webinar, Rabu (15/12/2021).
Adhiatma yakin telemedisin berpotensi mendorong perkembangan kesehatan pasien. Bahkan, teknologi tersebut dapat menekan serta mengurangi biaya perawatan kronis BPJS dalam jangka panjang.
"Kami berharap hasil studi percontohan ini dapat ditindaklanjuti oleh seluruh pemangku kepentingan dalam skala yang lebih besar," sambungnya.
Dalam studi ini, klinik BPJS offline mendapatkan dukungan dari penyedia telemedisin Good Doctor untuk mengukur efektivitas telekonsultasi dalam pemantauan glukosa darah pasien diabetes di klinik BPJS.
Dukungan meliputi pengingat otomatis secara reguler, kontak atau tindak lanjut secara reguler, konsultasi daring, dan informasi edukatif yang telah dikurasi.
Baca Juga: Stres Kronis Mempercepat Penuaan, tapi Ketahanan Emosi Bikin Dampak Buruknya Lebih Ringan
Dalam kurun waktu tiga bulan, pasien mendapat pengingat dari platform telehealth untuk memeriksa dan mengukur glukosa darahnya.
Hasil studi menunjukkan bahwa pasien yang patuh selama masa observasi mengalami penurunan kadar glukosa darah secara signifikan.
"Penggunaan telekonsultasi dinilai meningkatkan kepatuhan pasien sehingga menjadi faktor utama keberhasilan pengelolaan penyakit kronis," imbuh Adhiatma.
Studi terbagi dalam dua fase, pertama dimulai dengan Focus Group Discussion (FGD) pada Desember 2020, dan fase kedua diteruskan dengan pengelompokan pada Januari hingga Juni 2021.
Riset ini dilakukan di beberapa klinik daerah Bekasi dan Depok dengan rentang usia peserta 24 hingga 79 tahun.
"Dari hasil uji ini, kami dapat melihat pentingnya peran strategis telemedisin dalam pengelolaan kesehatan. Karenanya, kami mendorong telemedisin untuk mendapat dukungan berupa regulasi menyeluruh, terutama dalam penanganan penyakit kronis," tutur Ketua Pengurus Besar IDI, Daeng M. Faqih.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini
-
Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi
-
Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!
-
Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?
-
Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung
-
Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman
-
Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi
-
Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga
-
Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan
-
Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal