Suara.com - Radang sendi kerap menimbulkan nyeri yang memburuk saat cuaca dingin, seperti di musim hujan ini. Tak hanya menyebabkan kekakuan, tapi juga membatasi gerak. Lalu, adakah cara untuk mengatasi nyeri sendi ini?
Radang sendi atau arthritis adalah peradangan, pembengkakan, dan nyeri pada satu atau lebih sendi yang membatasi kemampuan untuk melakukan aktivitas normal. Umum terjadi pada lansia, namun statistik terbaru menunjukkan bahwa generasi muda yang termasuk dalam kelompok usia 25 hingga 40 tahun juga bisa mengalaminya.
Jangan biarkan nyeri sendi mengganggu aktivitas Anda. Coba lakukan beberapa tips sederhana yang dapat dilakukan untuk membantu mengelola nyeri sendi yang memburuk di cuaca dingin, seperti dilansir dari Healthshots.
1. Hidrasi
Minum air dalam jumlah yang cukup dapat meningkatkan kekebalan tubuh dan juga mencegah timbulnya kram atau nyeri. Asupan cairan yang optimal seperti sup, jus, dan sebagainya, juga penting untuk menjaga tubuh kita tetap terhidrasi setiap saat.
2. Diet Seimbang
Diet seimbang dengan memasukkan semua vitamin dan mineral penting ke atas piring sangatlah penting untuk menjaga berat badan. Seperti yang Anda tahu, berat badan berlebih dapat menyebabkan lebih banyak tekanan pada sendi yang meradang.
Pilihlah makanan yang kaya asam lemak omega-3 dan vitamin D seperti salmon, kedelai, kenari, dan sebagainya.
3. Olahraga
Olahraga dapat dilakukan di mana saja, bahkan di dalam ruangan sekalipun. Lakukan latihan ringan dan jadikan sebagai rutinitas sehari-hari. Gerakan tubuh yang rutin membantu mencegah persendian dari kekakuan dan rasa sakit yang tidak diinginkan. Berjalan kaki juga merupakan alternatif lain untuk mengatasi nyeri sekaligus menjaga tubuh tetap bugar dan hangat.
4. Asupan Vitamin D
Penelitian menunjukkan bahwa kekurangan vitamin D dalam tubuh dapat menimbulkan beberapa komplikasi kesehatan seperti radang sendi, osteoporosis, dan banyak lagi. Terutama selama musim dingin, tubuh bisa menjadi sensitif terhadap rasa sakit dan peradangan. Oleh karena itu, asupan makanan dan suplemen yang kaya vitamin D seperti telur, jamur, produk susu, dll, sangat disarankan.
5. Pakai Baju Tebal
Menjaga diri tetap hangat adalah penting dan efektif selama cuaca dingin, untuk menghindari fluktuasi suhu. Hal ini karena dingin yang ekstrim dapat menyebabkan peningkatan nyeri sendi. Oleh karena itu, tinggal di dalam rumah dan mengenakan pakaian lengan panjang yang hangat dapat membantu mencegah nyeri sendi.
Baca Juga: 8 Jenis Makanan Pantangan Asam Urat, Jeroan hingga Gula Tambahan
Berita Terkait
Terpopuler
- Mulai Tahun Ini Warga RI Mulai Frustasi Hadapi Kondisi Ekonomi, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- 34 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Januari: Sikat TOTY 115-117 dan 20.000 Gems
- Deretan Mobil Bekas 80 Jutaan Punya Mesin Awet dan Bandel untuk Pemakaian Lama
- Jadwal M7 Mobile Legends Knockout Terbaru: AE di Upper, ONIC Cuma Punya 1 Nyawa
Pilihan
-
Rumor Panas Eks AC Milan ke Persib, Bobotoh Bersuara: Bojan Lebih Tahu Kebutuhan Tim
-
Ekonomi Tak Jelas, Gaji Rendah, Warga Jogja Berjuang untuk Hidup
-
Rebut Hadiah Berlimpah! Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Jadi Penggerak Potensi Daerah
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
Terkini
-
Fokus Turunkan Stunting, PERSAGI Dorong Edukasi Anak Sekolah tentang Pola Makan Bergizi
-
Bukan Mistis, Ini Rahasia di Balik Kejang Epilepsi: Gangguan Listrik Otak yang Sering Terabaikan
-
Ramadan dan Tubuh yang Beradaptasi: Mengapa Keluhan Kesehatan Selalu Datang di Awal Puasa?
-
Rahasia Energi "Anti-Loyo" Anak Aktif: Lebih dari Sekadar Susu, Ini Soal Nutrisi yang Tepat!
-
Sinergi Medis Indonesia - India: Langkah Besar Kurangi Ketergantungan Berobat ke Luar Negeri
-
Maia Estianty Gaungkan Ageing Gracefully, Ajak Dewasa Aktif Waspada Bahaya Cacar Api
-
Kolesterol Tinggi, Risiko Diam-Diam yang Bisa Berujung Stroke dan Serangan Jantung
-
Telapak Kaki Datar pada Anak, Normal atau Perlu Diperiksa?
-
4 Rekomendasi Minuman Diabetes untuk Konsumsi Harian, Mana yang Lebih Aman?
-
Apa Itu Food Genomics, Diet Berbasis DNA yang Lagi Tren