Suara.com - Penanganan pandemi Covid-19 diharapkan bisa semakin baik di tahun 2022, menurut Satgas Covid-19. Sebab, Indonesia sudah pernah mengalami dua kali lonjakan kasus yang terjadi di tahun 2021.
Juru Bicara Satgas COVID-19 Prof. Wiku Adisasmito mengatakan bahwa saat ini perjuangan menghadapi COVID-19 belum selesai. Hadirnya tahun 2022 yang akan datang hendaknya menjadi harapan agar pandemi COVID-19 dapat terkendali dan dapat segera diakhiri.
"Perjuangan kita belumlah berakhir, namun hendaknya kita menyambut tahun baru 2022 dengan doa dan harapan bahwa di tahun mendatang, kasus COVID-19 di Indonesia dan dunia dapat semakin terkendali," kata Wiku mengutip situs resmi Satgas Covid-19.
Ia juga tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat yang telah dengan gigih berjuang melawan pandemi selama satu tahun terakhir. Bentuk perjuangan masing-masing elemen masyarakat tentunya berbeda.
Ada yang secara langsung turun sebagai tenaga kesehatan, rekan-rekan media yang menyampaikan perkembangan kasus tanpa lelah, dan masyarakat umum yang menjadi contoh bagi orang-orang di sekitarnya dengan menerapkan protokol kesehatan dengan disiplin.
"Apapun bentuknya, kerja keras masyarakat untuk saling menjaga dan membantu satu sama lain selama masa-masa sulit ini merupakan bagian dari perjuangan yang sangatlah berarti," tambah Wiku.
Sebelumnya diberitakan, masyarakat Indonesia memiliki antibodi Covid-19 yang kuat berdasarkan studi yang dilakukan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
"Hasil survei memang belum selesai semua. Tapi sementara ditemukan kalau struktur antibodi yang terbentuk sudah cukup tinggi," kata Nadia dalam webinar Satgas Covid-19, Kamis (30/12/2021).
Temuan awal, diperkirakan kalau antibodi masyarakat awalnya terbentuk akibat dampak dari lonjakan kasus varian delta pada Juli lalu.
Baca Juga: Turun Temurun Andalkan Jual Pisau di Jembrana, Pande Besi Ini Sebut Omzetnya Kini Turun
"Kita melihat ada masyarakat yang terinfeksi pada saat varian delta lalu, kemudian juga mendapatkan vaksinasi. Jadi apa yang disebut sebagai super immunity, itu yang terjadi," tutur Nadia.
Cakupan vaksinasi Covid-19 dosis pertama hingga 30 Desember 2021 pukul 18.00 WIB telah mencapai 76,96 persen. Sementara vaksinasi dosis kedua baru tercapai 54,39 persen.
Nadia mengungkapkan, memvaksinasi lansia masih menjadi tantangan bagi Kemenkes. Meski program vaksinasi Covid-19 bagi lansia dimulai lebih dulu dibandingkan kelompok usia lain, namun cakupannya masih rendah.
"Kalau kita bandingkan dengan vaksinasi seluruh sasaran, yaitu provinsi sudah mencapai 70 persen, terutama ibu kota provinsi. Tapi kalau kita lihat lansia baru 14 provinsi yang mencapai target 60 persen dan kalau melihat kabupaten/kota, masih banyak kelompok lansia di kabupaten/kota belum mencapai target lansia," tuturnya.
Secara nasional, cakupan vaksinasi Covid-19 dosis pertama bagi lansia baru mencapai 65,48 persen. Angka itu terendah dibandingkan cakupan vaksin pada populasi remaja hingga orang dewasa yang rata-rata telah mencapai 70 persen.
Berita Terkait
-
'Kiamat' Pandemi COVID-19 Bisa Terulang Jika Selat Hormuz Terus Diblokir Iran
-
Darurat Tsunami Digital, KPAI: 5 Juta Anak RI Akses Pornografi, 80 Ribu Terjerat Judi Online!
-
Pandemi Senyap 2026: Mengapa Anak Indonesia Kembali Diserang Campak?
-
WFH demi Hemat BBM: Solusi Visioner atau Sekadar Geser Beban ke Rakyat?
-
Pemerintah Siapkan Skenario dari era Covid-19 Hadapi Krisis Energi Akibat Konflik Timur Tengah
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya
-
Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat
-
Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik
-
Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien
-
Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik
-
Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda
-
Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini
-
Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif