- Harga kedelai di pasar tradisional DKI Jakarta melonjak hingga Rp20.000 per kilogram sejak Februari 2026 lalu.
- Penyebab utama kenaikan harga adalah dinamika di Amerika Serikat serta melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar.
- Pemerintah mendorong warga melakukan urban farming dan diversifikasi pangan untuk mengatasi ketergantungan pada komoditas kedelai impor.
Suara.com - Kenaikan harga kedelai di wilayah DKI Jakarta kian meresahkan karena mulai menyentuh angka Rp20.000 per kilogram di tingkat pedagang pasar tradisional.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Hasudungan Sidabalok, membenarkan adanya fluktuasi harga komoditas yang menjadi bahan baku utama tahu dan tempe tersebut.
Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, tren kenaikan harga ini terpantau sudah mencuat sejak momentum Ramadan pada Februari 2026 lalu.
"Harga kedelai mengalami kenaikan bervariasi, mulai Rp10.500–Rp11.000 per kilogram pada tingkat pengrajin tahu dan tempe, dari sebelumnya Rp8.000–Rp8.600 per kilogram. Harga pada tingkat pedagang pasar tradisional Rp15.000–Rp20.000 per kilogram, dari harga sebelumnya berkisar Rp13.000–Rp18.000 per kilogram," ujar Hasudungan dalam keterangan tertulis, Selasa (7/4/2026).
Lebih lanjut, Hasudungan menjelaskan bahwa lonjakan harga ini dipicu dinamika global yang terjadi di Amerika Serikat selaku negara eksportir utama.
Selain itu, melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar turut menjadi faktor krusial yang memperparah kondisi pasar saat ini.
"Kenaikan harga dikarenakan adanya dinamika global terkait gejolak di negara eksportir kedelai terbesar, Amerika Serikat, serta nilai tukar rupiah yang menurun," ungkapnya.
Ketergantungan Jakarta terhadap kedelai luar negeri memang sangat tinggi mengingat mayoritas pasokan didapat melalui impor.
"Komoditas kedelai di DKI Jakarta hampir seluruhnya merupakan produk impor dan sebagian kecil merupakan pasokan dari daerah produsen seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat," tambah Hasudungan.
Baca Juga: Aturan WFH ASN Jakarta: Kamera Wajib Nyala, Dilarang Keluar Rumah
Pemerintah kini mengimbau masyarakat untuk mulai melirik alternatif pangan lain guna meminimalkan dampak ekonomi dari kenaikan harga yang terus berfluktuasi.
"Yang memiliki nilai gizi yang seimbang, namun dengan harga yang lebih terjangkau," jelas Hasudungan.
Selain diversifikasi pangan, warga ibu kota juga didorong untuk meningkatkan ketahanan pangan secara mandiri melalui pemanfaatan lahan sempit di hunian masing-masing.
"Warga DKI Jakarta dapat juga melakukan kegiatan urban farming untuk meningkatkan ketahanan pangan keluarga secara mandiri di rumah masing-masing," pungkas Hasudungan.
Berita Terkait
-
Aturan WFH ASN Jakarta: Kamera Wajib Nyala, Dilarang Keluar Rumah
-
Mencari Cukup di Tengah Riuh Kota: Perjalanan Nada Arini Jalani Sustainable Living
-
Brutal! Petugas Damkar Dibegal di Gambir: Kepala Dihantam Batu, Motor dan HP Dirampas
-
Bos Bhayangkara FC Tidak Sangka The Guardian Bisa Pecundangi Persija Jakarta
-
Sekecil Apa Peluang Persija Juara Musim Ini? Mauricio Souza Bilang Begini
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
Terkini
-
KPK Doakan Gus Yaqut Cepat Sembuh agar Proses Hukum Kasus Korupsi Haji Segera Rampung
-
Momen Akrab Gibran, Puan, Muzani, dan Sultan di Parlemen, Ternyata Bahas Soal Ini
-
Kemasan Rokok Seragam Berisiko Tabrak UU Merek, Wamenkum: Jangan Over Regulation!
-
Sebut Polri Paling Korup, Burhanuddin Muhtadi Bongkar Kelemahan Survei IndexMundi
-
Jalan Cinta Amblas Nyaris 90 Derajat, DKI Bongkar Pemicunya: Tanggul Kali Sunter Retak!
-
Isi Amplop Menhut Raja Juli Masih Misteri, KPK Duga Suap Hutan Kuansing Pakai Dolar Singapura
-
Jokowi Mau Jadikan Jateng 'Kandang Gajah', Gerindra: Bagus, Kompetisi Politik Makin Sehat!
-
Bupati Kuansing Diduga Kumpulkan Duit dari 914 Anggota KUD untuk Suap Pelepasan Hutan
-
Aksi Bersih-bersih atau Cari Aman, Kenapa Menhut Raja Juli Baru Lapor Amplop Usai OTT KPK?
-
Eks Pimpinan KPK Sebut Menhut Raja Juli Akal-akali Balikin Amplop: Tetap Suap, Bisa Jadi Tersangka