Suara.com - Selama ribuan tahun, masyarakat di Greenland mengonsumsi makanan yang relatif bebas gula, Tanpa perlu memproses karbohidrat tertentu dengan cepat, banyak dari mereka yang kehilangan fungsi enzim pemroses sukrosa.
Untuk memahami arti hilangnya fungsi enzim ini, sekelompok peneliti yang dipimpin oleh Universitas Kopenhagen menganalisis kesehatan ribuan orang Greenland.
Gen yang menjadi pusat penelitian menghasilkan enzim sucrase-isomaltase, lapor Science Alert.
Pada titik tertentu, gen ini bermutasi hingga tidak lagi bisa berfungsi. Sekarang, lebih dari sepertiga keturunannya memiliki setidaknya satu dari mutasi gen yang rusak ini.
Bagi kita yang memiliki enzim ini, lokasinya berada di dinding usus, di mana enzim mencerna karbohidrat makanan seperti sukrosa dan isomaltosa.
Hasil penelitian sebelumnya pada anak-anak, enzim penyerap gula ini diperlukan untuk kesehatan. Tanpa ini konsumsi makanan manis dalam jumlah banyak dapat menyebabkan diare, iritasi usus, dan muntah.
Dalam studi ini, peneliti menilai tingkat kimia, darah, pola makan, dan riwayat diabetes terhadap 6.000 sukarelawan Greenland, bersama dengan studi gen mereka.
Anehnya, ketika anak-anak dilaporkan mengalami reaksi parah saat mengonsumsi gula hingga memengaruhi hidup mereka, hasilnya tidak sama pada orang dewasa.
Satu kelompok dalam populasi penelitian juga menunjukkan tingkat bahan kimia asetat, asam lemak rantai pendek yang dikaitkan dengan nafsu makan yang lebih rendah.
Baca Juga: Depresi Tidak Hanya Memengaruhi Mental, tetapi Juga Metabolisme Tubuh!
Dari eksperimen tikus yang direkayasa agar tubuhnya dapat menahan penyerapan sukrosa juga menunjukkan bahwa tikus menyimpan lebih sedikit lemak saat diberi makanan kaya energi.
Apakah pengetahuan ini dapat menginformasikan terapi melawan lemak untuk generasi masa depan masih sulit diketahui.
Studi lebih lanjut diperlukan untuk sepenuhnya mengeksplorasi dampak dari penghambatan bentuk fungsional sucrase-isomaltase dalam usus orang-orang yang membutuhkan terapi untuk mengelola pencernaan gula.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- 5 Mobil Murah 3 Baris Under 1500cc tapi Jagoan Tanjakan: Irit Bensin dan Pajak Ramah Rakyat Jelata
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 5 Kejanggalan Video Benjamin Netanyahu Terbaru, PM Israel Beneran Tewas?
Pilihan
-
Iran Umumkan Kabar Duka! Ali Larijani dan Gholamreza Soleimani Tewas sebagai Martir
-
Trump Ditinggal Tangan Kanan, Direktur Kontraterorisme AS Joe Kent Mundur
-
Waspada Puncak Arus Mudik Besok! 187 Ribu Orang Bakal Padati Bandara Soekarno-Hatta
-
Rudal Iran Hantam Jantung Israel Malam Ini, Saksi Mata: Bumi Bergetar seperti Gempa
-
Ledakan Besar di Baghdad! Kedutaan AS Diserang Drone dan Roket
Terkini
-
Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!
-
Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?
-
Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung
-
Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman
-
Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi
-
Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga
-
Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan
-
Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal
-
Membangun Benteng Kesehatan Keluarga: Pentingnya Vaksinasi dari Anak hingga Dewasa
-
Pentingnya Dukungan Asupan Nutrisi untuk Mendukung Perkembangan Anak Usia Sekolah