Suara.com - Penasihat pemerintah Inggris telah merekomendasikan untuk tidak memberikan dosis keempat vasksin Covid-19 bagi kelompok usia di atas 80 tahun atau lansia.
Data menunjukkan, suntikan ketiga sudah memberikan cukup kekebalan. Menurut data yang dihimpun oleh U.K. Health Security Agency, vaksin dosis ketiga bagi orang di atas 65 tahun, telah memberikan perlindungan di rawat inap sekitar 90 persen.
Untuk sementara, Pemerintah masih fokus memberikan dosis vaksin ketiga bagi semua kelompok untuk meningkatkan perlindungan, mengingat varian Omicron disebut lebih menular.
“Data saat ini menunjukkan, dosis booster terus memberikan perlindungan tingkat tinggi terhadap penyakit parah, bahkan untuk kelompok usia yang paling rentan,” ungkap Prof. Wei Shen Lim, selaku ketua Komite Joint Commicttee On Vaccination And Immunization.
“Untuk alasannya, komite telah menyimpulkan tidak ada kebutuhan mendesak untuk memperkenalkan dosis booster kedua, meski ini akan terus ditinjau,” ungkapnya melansir Medical Express.
Saat ini Inggris menawarkan suntikan booster kepada kelompok orang dewasa di seluruh negeri. Setelah dilakukannya penelitian, dosis kedua disebut tidak cukup untuk melindungi individu dari varian Omicron.
Di samping vaksinasi, jumlah orang di Inggris yang dirawat dengan Covid-19 terus naik menjadi 18.454 pada Kamis (6/1/2022). Angka tersebut naik dua kali lipat, dibanding angka kejadian pada dua minggu sebelumnya.
Atas peningkatan kasus Covid-19 dan ketidakhadiran staf di rumah sakit, membuat Inggris mendorong militer untuk memberikan bantuan kepada dokter dan juga para perawat.
Menurut NHS England melaporkan, lebih dari 39.000 anggora staf rumah sakit tidak bekerja dikarenakan Covid-19 pada 2 Januari lalu. Tentunya, angka ini naik menjadi 59 persen dari minggu sebelumnya.
Baca Juga: Pemerintah Targetkan 208,2 Juta Orang Indonesia Divaksin Covid-19 Lengkap Di April 2022
Lewat publikasi National Health Service mengatakan, ketidakhadiran staf di seluruh layanan rumah sakit nasional mulai dari layanan kesehatan mental dan area lainnya, dilaporkan telah mencapai 120.000 orang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat