Suara.com - Banyak orang menganggap overthinking sebagai kebiasaan yang buruk, dan para overthinker dianggap sebagai orang yang selalu cemas atau selalu insecure. Sebenarnya tidak mengherankan, karena overthinking berarti terlalu banyak memikirkan sesuatu.
Berkebalikan dari kepercayaan umum, pada kenyataannya orang yang banyak berpikir merupakan orang cerdas, kreatif, empatik, dan suka mencari solusi.
Overthinking menjadi masalah ketika orang tersebut mengabaikan kebutuhan mendasar di balik perilaku tersebut. Misalnya, ketika kita mulai overthinking untuk mengatasi perasaan yang membuat tidak nyaman.
Masalahnya, dilansir Medium, terlalu banyak berpikir tidak akan benar-benar memenuhi kebutuhan yang dihadapi.
Ketika seorang overthinker mengulang topik tertentu dalam pikirannya, kemungkinan mereka tidak akan mendapatkan apa-apa.
Sama halnya ketika mereka tidak menemukan solusi atau mendapat pemahaman, maka pikiran berulang akan membuat frustasi atau melemahkan.
Supaya kebiasaan overthinking tidak merugikan, ada empat langkah yang dapat dilakukan untuk mendapat ide baru dari kebiasaan tersebut:
1. Mengenali apa yang sedang dirasakan
Ada beberapa penyebab paling umum dari overthinking, yakni kecemasan, kemarahan, dan persaan tidak berdaya. Namun tidak menutup ekmungkinan ada perasaan lain yang menjadi dasar overthinking.
Baca Juga: Sebut Ferdinand Derita Sakit Saraf, Pengacara: Butuh Satu Jam buat Berpikir Normal
2. Tanyakan kepada diri sendiri apa yang dibutuhkan
Kebutuhan apa yang tidak terpenuhi sehingga menyebabkan kecemasan, marah, atau tidak berdaya? Apakah kebutuhan itu dapat dipenuhi, seperti kebutuhan untuk beristirahat? Atau jusru itu adalah kebutuhan yang sebenarnya perlu dilepaskan, seperti kebutuhan untuk menyelesaikan semuanya secara benar?
Ini adalah momen 'mengasuh diri'.
3. Kembalilah ke masa saat ini
Tarik napas dalam-dalam. Biarkan napas yang dikeluarkan lebih panjang daripada napas yang dihirup. Hal ini mengirimkan pesan ke sistem saraf bahwa kamu aman dan bisa rileks.
4. Ambil tindakan
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- 5 Mobil Diesel Bekas 7-Seater yang Nyaman dan Aman buat Jangka Panjang
- Senyaman Nmax Senilai BeAT dan Mio? Segini Harga Suzuki Burgman 125 Bekas
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
Pilihan
-
Rumus Keliling Lingkaran Lengkap dengan 3 Contoh Soal Praktis
-
Mulai Tahun Ini Warga RI Mulai Frustasi Hadapi Kondisi Ekonomi, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
CORE Indonesia Soroti Harga Beras Mahal di Tengah Produksi Padi Meningkat
-
Karpet Merah Thomas Djiwandono: Antara Keponakan Prabowo dan Independensi BI
-
Dekati Rp17.000, Rupiah Tembus Rekor Terburuk 2026 dalam Satu Bulan Pertama
Terkini
-
Maia Estianty Gaungkan Ageing Gracefully, Ajak Dewasa Aktif Waspada Bahaya Cacar Api
-
Kolesterol Tinggi, Risiko Diam-Diam yang Bisa Berujung Stroke dan Serangan Jantung
-
Telapak Kaki Datar pada Anak, Normal atau Perlu Diperiksa?
-
4 Rekomendasi Minuman Diabetes untuk Konsumsi Harian, Mana yang Lebih Aman?
-
Apa Itu Food Genomics, Diet Berbasis DNA yang Lagi Tren
-
Bosan Liburan Gitu-Gitu Aja? Yuk, Ajak Si Kecil Jadi Peracik Teh Cilik!
-
Menkes Tegaskan Kusta Bukan Kutukan: Sulit Menular, Bisa Sembuh, Fatalitas Hampir Nol
-
Kabar Gembira! Kusta Akan Diskrining Gratis Bareng Cek Kesehatan Nasional, Ini Rencananya
-
Era Baru Dunia Medis: Operasi Jarak Jauh Kini Bukan Lagi Sekadar Imajinasi
-
Angka Kematian Bayi Masih Tinggi, Menkes Dorong Program MMS bagi Ibu Hamil