Suara.com - Vaksin Covid-19 telah dipakai secara global sejak akhir 2020. Data pada Our World Data, per Kamis, 20 Januari 2022, sekitar 9,8 miliar dosis vaksin telah disuntikkan ke seluruh dunia. Sebanyak 60,3 persen orang di bumi telah disuntik vaksin Covid-19 setidaknya satu dosis.
Nyatanya, pandemi Covid-19 masih terjadi hingga saat ini. Bahkan orang yang sudah divaksinasi masih berpotensi positif Covid-19.
Epidemiolog dr. Tonang Dwi Ardyanto, Sp.PK., membenarkan bahwa vaksin Covid-19 saat ini memang tidak bisa memberikan perlindungan 100 persen tidak akan terinfeksi virus corona SARS Cov-2. Bahkan sebenarnya, hingga sekarang memang belum ada vaksin yang bisa efektif 100 persen mencegah infeksi.
"Tidak ada vaksin yang 100 persen efektif sekaligus 100 persen aman. Tidak (akan) pernah ada. Bahkan setelah penelitian dan penggunaan panjang sekalipun. Kita bertumpu pada harapan manfaat maksimal, dengan risiko minimal," kata dokter Tonang, dikutip dari tulisannya di Twitter, Kamis (20/1/2022).
Ia menjelaskan bahwa tujuan utama vaksin sebenarnya mencegah kejadian sakit. Artinya, mencegah gejala yang buruk juga kematian. Sejak Maret 2020, sudah diperhitungkan bahwa Covid-19 bergejala ringan-sedang sekitar 55 persen, lanjutnya.
Gejala berat muncul pada sekitar kasus 10-15 persen, kasus kritis sekitar 5 persen, dan sebanyak 2-3 persen di antaranya meninggal.
Meski angka kesembuhannya tinggi, dokter Tonang mengingatkan bahwa infeksi Covid-19 berpotensi sebabkan pasien tidak semua bisa pulih sempurna. Pasca dinyatakan negatif virus corona, masih ada kemungkinan alami penurunan kebugaran.
"Maka target utama vaksinasi memang ditujukan mencegah gejala, khususnya gejala berat dan kematian. Itu sangat penting. Target sekunder, baru untuk mencegah terjadinya infeksi. Target sekunder ini yang diharapkan dalam uji klinik jangka panjang," ujarnya.
Meski orang yang sudah divaksinasi tetap bisa terinfeksi, Tonang menjelaskan bahwa jumlah virus yang bertahan hidup di saluran nafas lebih rendah dan lebih cepat bersih. Sehingga, risiko gejala berat jadi lebih rendah, juga mengurangi potensi menularkan ke orang lain.
Baca Juga: Kemenkes: Kasus Omicron di Indonesia Tembus 1.078 Orang
"Kita harapkan ada vaksin intra-nasal. Memicu antibodi tinggi di paru-paru, maupun di saluran nafas. Jadi lebih efektif lagi mencegah infeksi dan menurunkan risiko penularan. Tapi itu butuh waktu, lebih sulit pengembangannya," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya
-
Waspada Super Flu Subclade K, Siapa Kelompok Paling Rentan? Ini Kata Ahli
-
Asam Urat Bisa Datang Diam-Diam, Ini Manfaat Susu Kambing Etawa untuk Pencegahan