Suara.com - Sebuah penelitian baru yang diterbitkan di Nature Genetics, menemukan penyebab beberapa orang yang terinfeksi virus corona Covid-19 kehilangan indra penciuman dan perasannya terletak pada faktor genetik.
"Bagaimana kita bisa terinfeksi virus corona hingga kehilangan indra penciuman masih belum jelas," kata Dr. Justin Turner, seorang profesor otolaringologi di Universitas Vanderbilt di Nashville, Tenn dikutip dari Fox News.
Para peneliti dari 23andMe, sebuah perusahaan genomik dan bioteknologi, menganalisis data dari 69.841 orang di Amerika Serikat dan Inggris Raya yang mengikuti survei online setelah menjalani tes positif virus corona Covid-19.
Mereka membandingkan pasien virus corona Covid-19 yang melaporkan gejala kehilangan indra penciuman dan perasa dengan mereka yang tanpa gejala tersebut.
Di antara mereka yang positif virus corona Covid-19, 68 persen mengalami kehilangan indra penciuman dan perasa. Responden wanita 11 persen lebih berisiko mengalaminya dibandingkan pria dan sekitar 73 persen responden berusia 26-35 tahun.
Di antara mereka yang indra perasa dan penciuman lebih umum di antara mereka yang menjalani tes Covid-19 dibandingkan dengan mereka yang negatif Covid-19, tetapi tidak melaporkan gejala mirip flu.
Mereka juga mencatat bahwa orang keturunan Asia Timur atau Afrika-Amerika secara signifikan lebih kecil kemungkinannya untuk mengalami gejala kehilangan indra penciuman dan perasa akibat virus corona.
Tim peneliti membandingkan perbedaan genetik dari mereka yang melaporkan kehilangan indra penciuman dan perasa dengan mereka yang tidak mengalami gejala tersebut.
Mereka menemukan lokasi di dekat dua gen, UGT2A1 dan UGT2A2 terkait dengan indra penciuman yang bisa menyebabkan hilangnya indra penciuman dan perasa setelah terinfeksi virus corona Covid-19.
Baca Juga: Hasil Riset Mengklaim bahwa Vaksin Moderna Lebih Efektif Cegah Infeksi Virus Corona Covid-19
Meskipun penelitian pada hewan sebelumnya menunjukkan gen ini, yang diekspresikan dalam jaringan di hidung kita. Penelitian eksperimental sebelumnya menunjukkan hilangnya penciuman terkait dengan kerusakan jaringan di sepanjang lapisan hidung
Peneliti mengakui hubungan antara gen dengan hilangnya indra penciuman dan perasa akibat virus corona masih belum jelas. Tapi, faktor gen mungkin memainkan peran dalam fisiologi sel yang terinfeksi dan gangguan fungsional yang dihasilkan berkontribusi pada hilangnya kemampuan untuk mencium.
Meskipun penelitian ini merupakan penelitian skala besar, penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan, termasuk bias terhadap peserta keturunan Eropa, hanya mengandalkan survei laporan diri tanpa evaluasi klinis peserta , dan ketidakmampuan untuk mengurai hilangnya indra penciuman dan bau.
Varian gen yang diidentifikasi dalam penelitian ini juga berkaitan dengan kemampuan umum untuk mencium.
Hal ini mungkin menunjukkan bahwa mereka yang memiliki kepekaan penciuman atau rasa yang tinggi mungkin lebih rentan mengalami kehilangan indra penciuman dan rasa akibat virus corona Covid-19.
Penelitian sebelumnya telah menunjukkan hilang indra penciuman dan rasa terkait dengan kegagalan untuk melindungi sel-sel sensorik hidung dan lidah dari infeksi virus virus corona Covid-19.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
Terkini
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya