Suara.com - Indonesia melalui Kementerian Kesehatan menerbitkan sertifikat vaksin internasional sesuai standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Penerbitan sertifikat ini dilakukan untuk mengantisipasi penolakan sertifikat vaksin dari Indonesia yang mungkin tidak dikenal atau diakui negara lain. Seperti apa bentuknya?
Baru-baru ini, Aliando Syarief mengumumkan jika dirinya tengah mengidap OCD atau Obsessive Compulsive Disorder. Dari live video Instagramnya, ia mengaku telah mengidap OCD sejak tahun 2019. Meski banyak yang sudah mendengar tentang penyakit mental satu ini, pertanyaannya, bisakah OCD disembuhkan?
Simak berita selengkapnya dan berita menarik lainnya lewat tautan di bawah ini!
1. Indonesia Terbitkan Sertifikat Vaksin Internasional Sesuai Standar WHO, Apa Fungsinya?
Indonesia melalui Kementerian Kesehatan menerbitkan sertifikat vaksin internasional sesuai standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Penerbitan sertifikat ini dilakukan untuk mengantisipasi penolakan sertifikat vaksin dari Indonesia yang mungkin tidak dikenal atau diakui negara lain.
"Bentuk dan informasi yang tertera pada sertifikat vaksin internasional sudah disesuaikan dengan standar WHO, termasuk QR code (kode respons cepat) yang tercantum di dalamnya agar bisa terbaca dan diakui di luar negeri," kata Chief of Digital Transformation Office Kemenkes Setiaji.
2. Aliando Syarief Mengidap OCD, Bisakah Gangguan Mental Ini Disembuhkan?
Baru-baru ini, Aliando Syarief mengumumkan jika dirinya tengah mengidap OCD atau Obsessive Compulsive Disorder. Dari live video Instagramnya, ia mengaku telah mengidap OCD sejak tahun 2019.
Baca Juga: 5 Artis Alami OCD, Aliando Syarief Sampai Harus Vakum Buat Terapi
Penyakit mental ini membuatnya cukup terganggu karena merasa bertengkar dengan pikiran sendiri. Selain itu, ia juga tidak menampakkan diri di depan publik karena tidak mudah mengidap penyakit OCD.
3. Berapa Lama Gejala Varian Omicron Akan Bertahan? Dokter Ungkap Faktanya
Virus corona varian omicron masih terus menyebar ke seluruh dunia. Kabar baiknya, sejauh ii gejala yang muncul relatif ringan, yakni pilek dan batuk.
Vaksin Covid-19 yang telah diberikan membuat perbedaan besar untuk mengurangi keparahan dan - menurut para ahli - durasi penyakit Covid-19.
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- 6 Sepatu Puma Wanita yang Lagi Diskon 55 Persen di Toko Resmi, Ada Model Lari hingga Sneaker
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI