Suara.com - Selain dari hewan mamalia, susu juga bisa dihasilkan dari tanaman, seperti kedelai, kurma, almond, dan oat. Dan seiring dengan semakin maraknya pola makan plant based, semakin banyak pula orang yang melirik susu berbasis tanaman ini. Terbaru, adalah susu oat yang kaya nutrisi.
Oat sendiri merupakan jenis gandum sehat. Biasanya, kita lebih sering mengonsumsi oat sebagai salah satu jenis sereal dengan tambahan susu. Namun, kini oat juga bisa dibuat menjadi susu.
Salah satu brand yang baru saja memperkenalkan susu oat adalah OATSIDE. Brand susu oat dari Singapura dan diproduksi di Indonesia ini memperkenalkan tiga varian sekaligus di seluruh Indonesia pada Januari 2022 ini.
Dikembangkan di saat pandemi oleh Benedict Lim, OATSIDE adalah brand susu oat pertama yang lahir dari Asia, yang memegang kendali penuh atas seluruh proses produksi, dari bulir oat hingga menjadi susu oat.
“Melalui pengembangan awal OATSIDE, saya menyadari bahwa versi susu yang paling saya suka adalah yang memiliki tekstur yang creamy dan rasa yang malty, dimana bagi sebagian kita yang tinggal di Asia, seperti dibawa kembali ke kenangan masa kecil, minum minuman ber-malt. Rasa familiar inilah yang membuat konsumsi susu plant-based tidaklah terasa asing” terang Benedict Lim, founder dan CEO OATSIDE, dalam konferensi pers beberapa waktu lalu.
OATSIDE menghilangkan semua hal yang tidak baik, dengan berfokus pada bahan baku berkualitas terbaik yang dapat diperoleh. Dalam proses produksinya, susu oat ini juga hanya menggunakan air dengan kualitas terbaik yang merupakan bagian krusial dari proses produksi.
Itu sebabnya, OATSIDE memiliki akses langsung ke sumber mata air alami pegunungan, dan dapat menjanjikan bahwa setiap orang akan mengucapkan selamat tinggal pada perasa buatan, pengemulsi, pengawet, dan pewarna buatan.
Karena terbuat dari oat, OATSIDE mengandung beta glukan - yang baik untuk kesehatan jantung, mengurangi kolesterol, meningkatkan
kekebalan tubuh, serta memiliki kandungan lemak jenuh yang rendah.
Selain merupakan alternatif terbaik bagi mereka yang mengalami intoleransi laktosa, OATSIDE juga membawa kabar baik bagi para pecinta lingkungan.
Baca Juga: Viral Baby Sitter vs Sapi Duel Rebutan Dot Susu, Warganet: Mau Ketawa Tapi Kasihan
Dikatakan Benedict, produksi susu oat membutuhkan 90% lebih sedikit lahan dan air, serta memproduksi emisi 70% lebih sedikit dibandingkan susu sapi.
Dan sejalan dengan misi keberlanjutannya, OATSIDE juga memilih bahan-bahan yang bersertifikat Rainforest-Alliance dan menggunakan kemasan papan kertas yang dapat didaur ulang.
Ada tiga varian lezat yang diperkenalkan, yaitu Barista Blend, Cokelat, dan Cokelat Hazelnut.
OATSIDE Barista Blend yang creamy sangat cocok untuk diminum langsung dan dapat memberikan rasa yang kaya bagi kopi dan teh. Varian ini juga dapat menciptakan foam indah ketika dipanaskan untuk latte art.
OATSIDE Chocolate menawarkan rasa cokelat yang dark, rich dan complex, yang pasti disukai oleh orang dewasa dan anak-anak. Kabar baiknya, OATSIDE Chocolate tidak mengandung perasa buatan, dan memiliki gula yang lebih sedikit dibandingkan mayoritas susu coklat lainnya, namun tetap mempertahankan rasa yang lezat. Untuk memperoleh rasa yang kompleks, susu ini dibuat dari bahan biji kakao 100% campuran Indonesia-Africa yang bersertifikat Rainforest Alliance.
Terakhir, OATSIDE Chocolate Hazelnut memiliki kandungan dark-roasted hazelnut yang tinggi. Tidak mengandung perasa buatan, dan sebagai gantinya, mengandalkan rasa dari hazelnut berkualitas tinggi dengan dosis pemakaian yang lebih banyak, 100% bersertifikat
Rainforest-Alliance dan berasal dari Turki.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
Terkini
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?