Suara.com - Pemerintah Myanmar boleh sedikit bernapas lega, setelah laporan terbaru menunjukkan pengendalian pandemi COVID-19 mulai membuahkan hasil.
Mengutip ANTARA, Myanmar melaporkan nol kematian COVID-19 selama tujuh hari berturut-turut, sehingga totalnya tidak berubah yakni 19.310 kematian.
Rilis dari Kementerian Kesehatan menyebut jumlah kasus COVID-19 bertambah 174 menjadi 535.254 kasus dan tingkat kepositifan sebesar 1,87 persen dilaporkan dalam 24 jam terakhir.
Pasien sembuh juga bertambah 92 orang pada Minggu sehingga totalnya mencapai 513.193 orang.
Berdasarkan data kemenkes, hingga 29 Januari lebih dari 18,8 juta orang di Myanmar telah mendapatkan vaksinasi COVID-19 lengkap.
Negara di Asia Tenggara itu menemukan dua kasus pertama COVID-19 pada Maret 2020.
Update COVID-19 Global
Update Covid-19 global pada Senin (31/1) tercatat adanya kasus baru lebih dari 2,11 juta dan 5.782 orang meninggal dalam 24 jam terakhir.
Perancis melaporkan kasus positif harian terbanyak dengan 249.448 kasus. Sedangkan kematian pada pasien Covid-19 dalam sehari kemarin paling banyak terjadi di India yang melaporkan 892 jiwa.
Dikutip dari situs worldometers, per Senin (31/1) pukul 08.30 WIB, akumulasi kasus Covid-19 di seluruh dunia telah mencapai 375 juta dengan kematian lebih dari 5,68 juta jiwa.
Sejumlah wilayah di Australia kembali mulai sekolah tatap muka hari ini, Senin (31 Januari). Tetapi lantaran lonjakan infeksi Covid-19 masih terjadi di negara tersebut, banyak sekolah yang mengharuskan siswa untuk lakukan tes virus corona dua kali seminggu.
Dipicu oleh varian Omicron yang menyebar cepat, infeksi telah meluas di Australia sejak Desember 2021.
Saat ini total kasus Covid-19 di Australia telah mencapai 2 juta. Padahal sebelumnya, jumlah kasus virus corona di negara itu hanya sekitar 400.000 selama dua tahun pandemi Covid-19. Dalam 24 jam terakhir, Australia melaporkan 36.373 kasus baru Covid-19.
Berita Terkait
-
Timnas Myanmar U-17 Tundukkan Thailand 1-0, Puncaki Klasemen Grup B Piala AFF U-17 2026
-
Pandemi Senyap 2026: Mengapa Anak Indonesia Kembali Diserang Campak?
-
Cerpen Putik Safron di Sayap Izrail: Kematian Sang Marbut di Tengah Pandemi
-
Pandemi dan Teori Konspirasi di Novel Si Putih Karya Tere Liye
-
Terjebak Perdagangan Orang, 249 WNI Dipaksa Kerja 18 Jam di KambojaMyanmar
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan
-
Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh
-
Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu
-
Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa
-
Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif
-
Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak
-
Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan