Suara.com - Ilmu pengetahuan mengenai kesehatan selalu berkembang. Tak jarang ditemukan hal baru dari hasil penelitian para ilmuwan. Pada Mei 2018 lalu, satu penemuan terjadi. Para ilmuwan menemukan organ tubuh baru di dalam tubuh manusia yang diyakini jadi penyebab sel kanker dapat menyebar. Organ tersebut diberi nama interstitium.
Dikutip dari Ruang Guru, awal penemuan itu terjadi pada 2015 saat Dr. David Carr-Locke dan Dr. Petros Benias dari Mount Sinai Beth Israel Medical Center di New York sedang mencoba teknologi baru untuk mengecek adanya indikasi kanker di saluran empedu.
Teknologi itu bernama pCLE. Semacam kombinasi antara ular kecil dengan fungsi mirip kamera yang dapat memancarkan sinar ke jaringan tubuh. Nantinya, alat tersebut akan menganalisis pola pijaran dari pantulan sinarnya. Hal itu membuat peneliti dapat melihat jaringan tubuh hidup tanpa harus mengambil sampelnya.
Saat menggunakan alat itu, para peneliti menemukan serangkaian rongga yang saling berhubungan dan berisi cairan di lapisan jaringan di sekitarnya. Cairan itu diyakini belum pernah diketahui sebelumnya.
Ilmu medis sebenarnya sudah mengetahui 'cairan' itu sebelumnya. Yakni yang mengisi sepertiga air di dalam tubuh manusia, dengan separuhnya memenuhi sel.
Tapi, belum ada yang bisa menjelaskan jaringan yang menahan cairan tersebut. Cairan itu kemudian disebut interstitium.
Organ itu terletak di bawah lapisan kulit atas dan di antara jaringan yang melapisi usus, paru-paru, pembuluh darah, dan otot. Karena berada di mana-mana, menurut laporan Scientific Reports, interstitium dianggap sebagai organ terbesar yang ada di dalam tubuh manusia.
Meskipun penelitian masih berlangsung, temuan awal itu mengungkap penyebab sel kanker lebih suka menyebar ke kelenjar getah bening. Para peneliti menyimpulkan, alasannya karena interstitium merupakan sumber dari cairan getah bening yang kaya akan protein, mengandung sel kekebalan melawan infeksi, dan mengalir ke sistem limfa.
Baca Juga: Mengenal Fungsi Sistem Saraf dan Struktur Setiap Bagiannya
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
Terkini
-
Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi
-
Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW
-
Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?
-
Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai
-
Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional
-
Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus
-
Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?