Suara.com - Per Rabu 16 Februari 2022 kasus Covid-19 varian Omicron sudah mencapai 6.130 kasus. Menurut epidemiolog dari Universitas Indonesia, Pandu Riono, puncak kasus Omicron di Indonesia belum terlewati. Lantas, seberapa cepat penularan Omicron ini?
DKI Jakarta disebut sudah melewati puncak kasus Omicron namun wilayah lain di Indonesia masih terjadi kenaikan kasus sehingga secara nasional Pandu Riono menyebutkan puncak kasus Omicron belum berlalu. Seberapa cepat penularan Omicron pun perlu diketahui oleh masyarakat.
Penularan Omicron Lebih Cepat
Diketahui, peningkatan kasus varian Omicron terjadi sangat cepat. Hal ini disebabkan karena tingkat penularannya yang disebut-sebut lebih tinggi dari varian Corona versi asli maupun Delta.
Melansir dari berbagai sumber, varian Omicron disebut berkembang biak sekitar 70 kali lebih cepat daripada varian Covid-19 yang lain. Tak hanya itu, varian ini juga memiliki kemampuan menghindari vaksin dan menyebabkan terinfeksi kembali.
Meski penularan Omicron lebih cepat, namun varian ini nyatanya tak menimbulkan gejala parah. Diketahui, Omicron ini memicu gejala ringan mulai dari batuk, flu biasa, dan demam. Bahkan, ada juga yang tanpa gejala, sehingga tingkat perawatan di rumah sakit lebih rendah dibanding varian delta meski risikonya tetap ada.
Hal tersebut pun juga ditegaskan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). WHO telah memperingatkan negara-negara untuk tidak langsung berpuas diri dengan Omicron. Meski bergejala ringan varian ini masih "mematikan", terutama di antara orang yang belum divaksinasi.
Selain faktor vaksinasi, menurut Wiku Adisasmito, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 menyebutkan, faktor usia dan riwayat komorbid juga menjadi faktor yang dapat memperparah kondisi seseorang apabila terpapar varian Omicron.
Baca Juga: Kemenkes Prediksi 3 Minggu Mendatang Varian Omicron Bakal Melonjak di Luar Jawa - Bali
Menurut penelitian terkait Omicron, disebutkan bahwa selain bergejala ringan, varian ini memiliki masa inkubasi yang lebih pendek. Inkubasi adalah masa ketika seseorang terserang virus tertentu hingga muncul gejalanya.
Sebuah studi pendahuluan atas enam kasus Omicron di AS, yang diterbitkan pada Desember 2021, menemukan bahwa masa inkubasi Omicron rata-rata tiga hari, dibandingkan varian lain yang sekitar lima hari. Ini artinya, varian ini lebih cepat terdeteksi. Hal ini memudahkan penderita untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat.
Menurut Dr Vicente Soriana, ahli penyakit menular di Universitas Internasional La Rioja di Spanyol, kepada BBC, setelah seseorang terpapar Omicron, pelipatgandaan virus dapat dimulai dalam satu hari. Di hari kedua penyakit tersebut sudh dapat dideteksi.
Demikian informasi mengenai seberapa cepat penularan Omicron yang perlu Anda tahu. Tetap jaga prokes dan jangan lupa vaksinasi bagi yang belum.
Kontributor : Ulil Azmi
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak
-
Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!