Suara.com - Update Covid-19 global hari ini, Kamis (17/2/2022), tercatat tambahan kasus baru sebanyak 2,06 juta dan kematian 10.690 jiwa.
Kasus positif harian paling banyak terjadi di Jerman dengan satu-satunya negara yang melaporkan lebih dari 200 ribu kasus dalam 24 jam terakhir.
Rusia dan Brasil juga menjadi negara yang melaporkan kasus positif harian mencapai ratusan ribu. Masing-masing mencatat 179.284 kasus dan 147.252 kasus.
Data akumulasi Covid-19 global per Kamis (17/2/2022) pukul 08.00 WIB, tercatat ada sebanyak 417,9 juta kasus positif dengan lebih dari 5,86 juta kematian sejak awal pandemi.
Meski tambahan kasus positif di Jerman masih ratusan ribu per hari, negara itu berencana mulai membatalkan sebagian besar pembatasan Covid-19 karena tingkat infeksi yang dinilai telah mulai menurun.
Kanselir Jerman Olaf Scholz mengatakan bahwa gelombang kasus akibat Omicron telah melewati puncaknya. Sehingga saat ini, kasus positif telah mulai menurun.
Pelonggaran aturan itu akan diterapkan secara bertahap mulai 20 Februari dengan mengizinkan orang yang tidak divaksinasi datang ke toko dan restoran.
"Setelah dua tahun, kami pantas mendapatkan hal-hal yang lebih baik lagi dan sepertinya itu terjadi sekarang," kata Scholz, dikutip dari Channel News Asia.
Meski begitu, dia mendesak warga Jerman untuk tetap berhati-hati dan mengingatkan mereka harus tetap memakai masker. Bagaimanapun juga pandemi Covid-19 belum berakhir.
Baca Juga: Tambah 1.444 Orang, Kasus Positif Covid-19 di Sumut Tembus 114.230 Kasus
Jerman menjadi negara Eropa terbaru yang mencoba kembali ke keadaan yang lebih normal, setelah dua tahun pandemi telah mengubah kehidupan dan rutinitas sehari-hari masyarakat.
Sebagai langkah awal, Jerman akan segera membatasi 10 orang pada pertemuan pribadi kelompok yang sudah divaksinasi atau telah pulih dari Covid-19.
Namun untuk yang tidak divaksinasi, hanya dapat bertemu dua orang di luar rumah dan akan tetap berlaku selama satu bulan ke depan.
Mulai 4 Maret, restoran dan hotel akan diizinkan untuk menerima tamu yang tidak divaksinasi, selama mereka dapat memberikan tes negatif Covid-19. Klub malam juga akan dibuka kembali, kecuali bagi orang yang belum divaksinasi.
Pada langkah terakhir, pembatasan mendalam yang tersisa pada kehidupan sosial, budaya dan ekonomi akan dicabut secara bertahap pada 20 Maret. Termasuk menghilangkan persyaratan bagi karyawan untuk bekerja dari rumah bila memungkinkan.
Jerman berada diperingkat kelima kasus Covid-19 terbanyak di Eropa. Saat ini negara itu telah tercatat sebanyak 12,92 juta kasus dengan 121.203 kematian Covid-19 sejak awal pandemi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
Pilihan
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
Terkini
-
Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari
-
Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit
-
Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya
-
Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic
-
Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan
-
Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD
-
17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata