Suara.com - Sebuah studi baru oleh Imperial College London telah menunjukkan bahwa risiko infeksi ulang akibat varian Omicron 5 kali lebih tinggi daripada varian virus corona lainnya.
Para ahli mengatakan kasus infeksi ulang lebih banyak ditemukan pada varian Omicron. Dalam sebuah makalah yang diterbitkan di Nature, para peneliti mengatakan bahwa varian Omicron sangat menular dari virus corona Covid-19 aslinya.
Kini, varian Omicron telah meningkatkan jumlah orang yang terinfeksi ulang virus corona secara signifikan dibandingkan varian sebelumnya.
Infeksi ulang atau reinfeksi adalah ketika tubuh manusia terpapar patogen yang sama, bahkan setelah terinfeksi virus yang sama pertama kali.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS, mengatakan infeksi ulang berarti seseorang yang pernah terinfeksi virus corona dan pulih kembali terinfeksi lagi di kemudian hari.
Setelah pulih dari virus corona, sebagian besar orang akan memiliki perlindungan dari infeksi ulang. Tapi, infeksi ulang memang terjadi setelah seseorang sebelumnya pernah terinfeksi virus corona.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga mengatakan varian Omicron kemungkinan besar bisa menyebabkan infeksi ulang.
"Bukti awal menunjukkan mungkin ada peningkatan risiko infeksi ulang pada varian Omicron. Maksudnya, orang yang sebelumnya sudah pernah terinfeksi virus corona akan lebih mudah terinfeksi varian Omicron," kata WHO dikutip dari Times of India.
Ada banyak hal yang bisa menyebabkan seseorang terinfeksi ulang. Catherine Bennett, ahli epidemiologi di Universitas Deakin mengatakan penyebaran varian Omicron yang lebih cepat meningkatkan peluang infeksi ulang.
Baca Juga: 35 Warga Pasaman Barat Terpapar Covid-19, Enam Orang Positif Omicron
Tapi, kemampuan varian Omicron untuk menghindari kekebalan mungkin memainkan peran. Banyak penelitian telah mengkonfirmasi bahwa varian Omicron mengecoh kekebalan yang disebabkan oleh vaksinasi.
Meskipun gejala varian Omicron ringan, para ahli mengatakan orang yang telah terinfeksi virus corona lebih dari 1 kali bisa mengalami gejala infeksi ulang lebih parah.
Pakar kesehatan mengatakan bahwa gejala infeksi ulang bervariasi dari orang ke orang, seperti gejala infeksi virus corona.
Banyak orang mengalami sakit tenggorokan dan pilek ketika terinfeksi. Tapi, ada pula yang mengalami sakit kepala ringan hingga parah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
Terkini
-
Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak
-
Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini
-
Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes
-
Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol
-
Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu
-
Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat
-
Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak
-
Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh
-
Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C
-
Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma